ALHAMDULILLAHI ROBBIL ‘ALAMIN. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa‘ala alihi wa shohbihi wa sallam. Janji setan kepada Alloh Azza wa jalla adalah akan terus menggoda manusia sampai bisa disesatkan.
Namun Alloh Azz wa jalla menjamin setan tidak akan pernah berhasil menggoda manusia yang selalu takwa, sabar, dan tawakal.
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Jihad melawan syaithan memiliki dua tingkatan:
Pertama, menolak syubhat dan keraguan yang dilemparkan syaithan kepada hamba;
Kedua, menolak syahwat dan keinginan-keinginan jelek yang dilemparkan syaithan kepada hamba.
Jihad yang pertama akan diakhiri dengan keyakinan, sedangkan jihad yang kedua akan diakhiri dengan kesabaran.
Allâh Azza wa Jalla berfirman:
Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami. [Q.S. as-Sajdah: 24].
Allâh Azza wa Jalla memberitakan bahwa kepemimpinan agama hanya bisa diraih dengan kesabaran (dan keyakinaan), kesabaran akan menolak syahwat dan keinginan-keinginan jelek, dan keyakinan akan menolak keraguan dan syubhat.” [Zâdul Ma’âd III/10].
Jadi senjata manusia untuk melawan syaithan adalah ilmu dan kesabaran. Ilmu yang bersumber dari kitabullâh dan sunnah Rasul-Nya.
Kemudian mengamalkan ilmu tersebut sehingga jiwa menjadi bersih dan suci serta menumbuhkan kesabaran.
Penulis : Wawan Idris
Sumber: almanhaj.or.id


