MHNEWS.ID.- Kepala SMK Muhammadiyah Kandanghaur, Afandi membeberkan fakta soal video viral siswinya yang mengaku tak ikut ujian semester karena punya tunggakan.
Kepada media saat ditemui di ruang kerjanya, Afandi menjelaskan bahwa tidak ada pelarangan bagi ANS untuk tidak ikut ujian karena memiliki tunggakan.
Bahkan, sejak hari pertama ujian pada Senin (15/9/2025) kemarin, kartu ujian ANS tetap diberikan dan siswi tersebut juga ikut serta melaksanakan ujian.
“Jadi, tidak ada pelarangan untuk tidak ikut ujian, justru kami inginnya siswi tersebut ikut ujian,” ujar dia saat ditemui di ruangannya, Kamis (18/9/2025).
Afandi menjelaskan bahwa perihal pihak sekolah yang mengonfirmasi soal tunggakan ANS, menurutnya, merupakan hal yang wajar karena sekolah yang dipimpinnya itu adalah sekolah swasta.
Meski demikian, pihak sekolah juga punya kebijakan lain. Adanya konfirmasi pun dijelaskan Afandi memiliki tujuan agar sekolah tahu kondisi yang dialami siswanya.
Pihak sekolah juga melakukan pemanggilan terhadap orangtua ANS sebagai bentuk konfirmasi lebih lanjut.
“Karena maaf, saya harus berani katakan, karena banyak anak yang diberikan uang untuk bayaran oleh orangtuanya, tetapi uangnya tidak dibayarkan ke sekolah. Kami dalam hal ini ingin mengajarkan anak untuk jujur,” ujar dia.
Afandi menilai dalam kejadian ini ada miskomunikasi yang terjadi. Ia pun menegaskan kembali bahwa upaya konfirmasi pihak sekolah bukan sebagai bentuk penekanan, melainkan untuk bersama mencarikan solusi.
“Saat itu, ketika dipanggil satu dua kali setelah ANS melaksanakan ujian hari pertama, ibunya malah menjawabnya kalau begitu keluarkan saja anak saya,” ungkapnya.
“Kemudian dijawab oleh wali kelasnya bahwa bukan begitu penyelesaiannya,” papar Afandi menirukan percakapan wali kelas dengan orangtua ANS.
Afandi pun memastikan bahwa terkait persoalan tersebut sekarang sudah diselesaikan secara baik-baik.
Pihak sekolah juga memutuskan untuk menghapuskan tunggakan ANS setelah mengetahui kondisi keluarga siswinya tersebut.
“Siswi tersebut hari Kamis ini juga sudah kembali sekolah untuk ikut ujian,” ujar dia.
Penulis: Wawan Idris


