30.6 C
Indramayu
Senin, April 20, 2026


Dana TKD Dipangkas, Bupati Lucky Pastikan Pembangunan di Indramayu tetap Berjalan

MHNEWS.ID.- Pembangunan di Indramayu akan tetap berjalan meskipun pemerintah pusat memangkas dana transfer ke daerah (TKD) tahun anggaran 2026.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim mengungkapkan pemangkasan TKD memang berdampak terhadap pendapatan daerah dan secara langsung mempengaruhi rencana kerja pembangunan.

- Advertisement -

“Pemangkasan TKD itu mengubah banyak hal, seperti rencana pembangunan infrastruktur yang harusnya masif menjadi harus ditunda karena dipakai untuk pembiayaan yang lain,” jelas Bupati Lucky, Minggu (5/10/2025).

Bupati Lucky memang tidak menjelaskan secara perinci berapa jumlah pemangkasan tersebut yang dialami oleh Kabupaten Indramayu.

Namun setelah melakukan penghitungan secara cermat, Lucky memastikan, pembangunan di Indramayu tetap akan berjalan walau harus melakukan beberapa perubahan.

“Indramayu sendiri masih bisa insya Allah untuk melakukan pembangunan walau ada perubahan drastis yang awalnya masif,” ucap dia.

Ia menegaskan, Pemkab Indramayu akan berupaya maksimal mencari skema terbaik agar pemotongan dana transfer ini jangan sampai mengorbankan kepentingan masyarakat.

Diungkapan Bupati Lucky, akibat pemangkasan TKD ini beberapa kota dan kabupaten di Jawa Barat malah ada yang menyatakan tidak akan melakukan pembangunan.

Baca Juga :  Gelar Doa Bersama, Bupati Lucky Ajak Masyarakat Jaga Kemanan dan Kedamaian Indramayu

Selain itu, pemangkasan TKD juga menyebabkan defisit anggaran sehingga kondisi APBD jadi tekor. Untuk menutupi kekurangan dana para kepala daerah terpaksa harus berhutan.

Diketahui, Gubernur, Dedi Mulyadi pada Selasa (30/9/2025) mengumpulkan seluruh bupati dan wali kota se-Jawa Barat di Gedung Pakuan, Kota Bandung.

Gubernur Dedi mengundang para bupati dan wali kota untuk menyamakan langkah menghadapi penurunan dana TKD dari pemerintah pusat pada 2026 mendatang.

Dedi Mulyadi menyebut, Pemprov Jabar akan kehilangan dana transfer senilai Rp 2,458 triliun, sedangkan 27 kabupaten dan kota di Jabar berkurang sekitar Rp 2,7 triliun.

“Kami mencoba mengorkestrasi seluruh kabupaten-kota di Jawa Barat agar tidak kehilangan spirit membangun,” kata Dedi dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Dedi, kondisi ini harus diantisipasi bersama agar program pembangunan tetap berjalan.

Diketahui dalam rapat koordinasi tersebut, seluruh kepala daerah menyepakati langkah efisiensi anggaran.

Penulis: Wawan Idris

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

Berita Terpopuler