31.2 C
Indramayu
Jumat, April 17, 2026


Indramayu Genjot Produksi Perikanan Lewat Ribuan Kapal dan Lahan Budi Daya

MHNEWS.ID.- Deru mesin kapal nyaris tak pernah berhenti di sepanjang pesisir Indramayu. Dari kapal-kapal kecil milik nelayan tradisional hingga armada berukuran menengah.

Armada tangkap tersebut semuanya menjadi tulang punggung produksi perikanan di kabupaten yang dikenal sebagai lumbung ikan Jawa Barat ini.

- Advertisement -

Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Indramayu mencatat, ada lebih dari 6.000 kapal, tepatnya 6.074 unit, yang setiap hari mengarungi laut untuk memenuhi kebutuhan pasar.

“Dominannya memang kapal-kapal kecil, tapi seluruhnya berkontribusi besar pada produksi ikan daerah,” ujar Kepala Diskanla Indramayu, Edi Umaedi, Senin (8/12/2025).

Namun kekuatan Indramayu tidak hanya bertumpu pada aktivitas melaut. Daerah ini juga terus menggenjot perikanan budi daya, baik air tawar maupun air payau, yang kini berkembang menjadi sektor strategis penopang ekonomi pesisir.

Untuk air tawar, komoditas yang dibudidayakan meliputi lele, nila, dan gurami tiga jenis ikan konsumsi yang permintaannya stabil sepanjang tahun.

Sementara itu, budi daya air payau menghadirkan komoditas bernilai tinggi seperti udang windu, udang vaname, bandeng, hingga rumput laut.

Baca Juga :  Produksisi Perikanan Tangkap Nelayan Indramayu Capai 154 Ribu Ton, Target Optimistis Terlampaui

“Total ada tujuh komoditas budi daya yang kami kembangkan,” kata Edi.

Indramayu juga memiliki keunggulan dari sisi ketersediaan lahan. Lahan tambak air payau membentang lebih dari 22.500 hektare, menjadikannya salah satu yang terluas di Jawa Barat.

Adapun lahan air tawar mencapai 560 hektare, tersebar di berbagai kecamatan sentra budi daya.

Dengan dukungan armada tangkap yang masif dan lahan budi daya yang luas, Diskanla menargetkan produksi perikanan Indramayu tahun ini menembus 527.772 ton.

Target tersebut dibagi ke dua sektor: 179.549 ton dari perikanan tangkap, dan 348.222 ton dari perikanan budi daya.

Hingga triwulan III, realisasi produksi menunjukkan tren positif. Perikanan tangkap telah mencapai 136.121 ton, sedangkan budi daya mencatat 287.548 ton. Meski beberapa hari tersisa, Diskanla optimistis target tahunan dapat diraih.

“Mudah-mudahan tahun ini produksi kita bisa tercapai,” ujar Edi penuh harap.

Penulis  : Daniswara
Editor    : Wawan Idris

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

Berita Terpopuler