MHNEWS.ID.- Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) tingkat Jawa Barat 2026 yang semula akan digelar di Kabupaten Indramayu kemungkinan akan dibatalkan.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Indramayu, Ahmad Syazali mengungkapkan hal itu saat ditemui di ruang kerjanya.
Mundurnya Indramayu sebagai tuan rumah penyelenggaraan Peparda Jawa Barat 2026 disebabkan kurang memadainya fasilitas yang dimiliki daerah berjuluk Kota Mangga, Salah satunya sport center.
Saat ini venue-venue di sport center kondisinya banyak yang rusak sehingga tidak layak digunakan untuk bertanding. Itulah sebabnya Pemkab Indramayu bersama DPRD menganggarkan biaya revitalisasi sport center.
Namun anggaran revitalisasi senilai Rp 200 miliar itu ‘dicoret’ Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat melakukan evaliasi. Karena anggarannya terevaluasi maka revitalisasi pun batal dilakukan.
“Akhirnya kami mundur sebagai tuan rumah Peparda. Hal itu sebagai konsekuensinya,” ujar Syazali sebagaimana dikutip Kompas.com Selasa (13/1/2026).
Diketahui, pada awalnya Kabupaten Indramayu ditunjuk sebagai tuan rumah Peparda 2026 yang rencananya akan digelar pada November mendatang.
Tujuannya antara lain untuk mendorong pemerataan daerah di Jawa Barat sekaligus diharapkan mampu meningkatkan perekonomian lokal.
Diberitakan sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengevaluasi APBD Kabupaten Indramayu 2026 khususnya anggaran revitalisasi sport center senilai Rp 200 miliar.
Hasil evaluasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat itu memutuskan ‘mencoret’ anggaran revitalisasi sport center tersebut yang sebelumnya telah disepakati DPRD Indramayu itu.
Karena tak mendapat persetujuan, rencana revitalisasi sport center pun dibatalkan. Ada pun anggaran Rp 200 miliar akan dialihkan untuk proyek perbaikan infrastruktur lainnya.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Indramayu, Ahmad Syadali, membenarkan pembatalan rencana revitalisasi tersebut karena anggarannya akan dialihkan.
“Pak Gubernur dengan teman-teman di provinsi pastinya punya persepsi lain karena sekarang itu kan ada efisiensi. Ini bukan hanya Indramayu saja, tapi nasional,” ujar Ahmad Syazali.
“Akhirnya, revitalisasi itu diarahkan ke program strategis yang sifatnya mendasar atau yang dibutuhkan secara langsung masyarakat,” sambungnya, Selasa (13/1/2026).
Penulis: Wawan Idris


