MHNEWS.ID.- dr. Andi Khomeini Takdir Haruni, SpPD(K) mengungkapkan, anemia kini tidak lagi terbatas pada kelompok dengan kekurangan gizi berat.
Dalam siaran langsung Instagram Kementerian Kesehatan RI, dr. Andi menjelaskan, individu dengan berat badan normal pun bisa terkena anemia jika asupan gizinya tidak seimbang.
“Saya ketemu pasien, badannya secara makro nutrisinya cukup tetapi dia kurang zat besi. Pola makan menjadi faktor penting yang sering luput dari perhatian,” katanya.
Banyak orang mengonsumsi kalori berlebih seperti gula, tepung, dan lemak, namun mengabaikan kebutuhan mikronutrien seperti zat besi dan vitamin yang esensial untuk pembentukan sel darah merah.
“Kita coba elaborasi, kita gali. Kita ketemu bahwa pola makannya memang jarang makan sayur, malas makan ikan,” tambahnya.
Anemia yang dibiarkan tanpa penanganan bisa berdampak serius pada kesehatan, terutama pada kelompok produktif dan remaja.
Karena itu, penting untuk menerapkan pola makan yang seimbang, memastikan kecukupan zat besi, serta memeriksakan diri jika mengalami gejala anemia, seperti mudah lelah atau pucat.
Kementerian Kesehatan terus mendorong masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan anemia melalui edukasi dan promosi gaya hidup sehat.
Pemeriksaan rutin dan perbaikan pola makan menjadi kunci untuk mencegah kondisi ini berkembang lebih jauh.
Penulis: Nia Herlina [Pengurus PKK Kabupaten Indramayu]


