32.8 C
Indramayu
Rabu, Mei 20, 2026


Dokter Bagikan Cara Cek Kulit Kering Saat Puasa, Ini Penjelasaannya

MHNEWS.ID.- Perubahan pola makan dan minum selama bulan puasa membuat tubuh mengalami adaptasi, termasuk pada kondisi kulit.

Berkurangnya asupan cairan dalam waktu yang cukup panjang dapat memengaruhi tingkat kelembapan kulit.

- Advertisement -

Sayangnya, tidak semua orang menyadari kapan kulitnya mulai mengalami dehidrasi. Padahal, kulit kering bisa dikenali sejak dini dengan cara-cara sederhana.

dr. Amanda Nandi Wardani, BMedSc(Hons), Sp.D.V.E, menjelaskan bahwa ada beberapa metode yang bisa dilakukan untuk mengecek apakah kulit masih terhidrasi dengan baik atau justru mulai mengering selama berpuasa.

Melansir Kompas.com, cara tersebut bisa dilakukan sendiri di rumah maupun dengan pemeriksaan yang lebih objektif di klinik kecantikan.

Uji kulit kering dengan goresan di kulit

Menurut dr. Amanda, uji gores merupakan cara paling mudah untuk mengetahui kondisi hidrasi kulit.

Uji ini bisa dilakukan dengan kuku atau benda tumpul seperti pensil pada area kulit tertentu, misalnya lengan atau kaki.

“Kita bisa coba uji sendiri dengan menggores pakai kuku ataupun pensil ke permukaan kulit. Jika meninggalkan garis putih atau white dermographism, itu artinya kulit kurang terhidrasi,” ujar dr. Amanda, Jumat (20/2/2026).

Baca Juga :  Inilah Lima Rahasia Kulit Glowing dan Sehat Selama Puasa Ramadhan (1)

Jika setelah digores muncul garis putih yang bertahan beberapa saat, hal tersebut menandakan kulit dalam kondisi kurang lembab.

“Bahkan beberapa kasus kalau menggaruk kulit pelan juga muncul tanda garis putih itu. Itu berarti kulit sudah berteriak butuh dilembapkan,” kata dr. Amanda.

Ia menjelaskan, reaksi tersebut terjadi karena lapisan kulit tidak memiliki cukup kandungan air untuk kembali ke kondisi normal dengan cepat.

Semakin lama garis putih menghilang, semakin besar kemungkinan kulit mengalami dehidrasi.

Perhatikan tekstur kulit secara kasat mata

Selain uji gores, tanda kulit kering juga dapat dikenali melalui perubahan tekstur yang terlihat secara langsung.

Kulit yang sehat umumnya tampak halus dan kenyal. Sebaliknya, kulit yang mulai kering akan terlihat kasar, kusam, dan tidak merata.

“Jika diperhatikan ada retak-retak atau bersisik di permukaan kulit, itu artinya kulit sudah butuh pertolongan,” ujar dr. Amanda.

Retakan halus atau sisik kecil di permukaan kulit menunjukkan bahwa kelembapan alami kulit sudah berkurang.

Jika dibiarkan, kondisi ini dapat berkembang menjadi masalah kulit yang lebih serius, seperti iritasi atau kerusakan skin barrier.

Baca Juga :  Lakukan Secara Rutin Tiga Langkah ini, Kulit Wajah tetap Cerah

Pemeriksaan objektif dengan alat di klinik

Bagi yang ingin mengetahui kondisi kulit secara lebih akurat, dr. Amanda menyebutkan adanya metode pemeriksaan menggunakan alat khusus di klinik kecantikan.

Pemeriksaan ini memberikan hasil yang lebih objektif dibandingkan pengamatan visual semata.

“Biasanya pakai alat Corneometer atau device kulit lainnya yang bisa memberikan penilaian objektif terhadap tingkat kelembapan kulit,” jelasnya.

“Dari alat tersebut akan ada tingkatan angka yang mengukur kelembapan atau tingkat kulit kering. Nantinya bisa dilihat perbandingannya sebelum dan sesudah perawatan dari dalam maupun luar,” lanjut dr. Amanda.

Hasil pengukuran ini dapat membantu menentukan langkah perawatan yang tepat sesuai kondisi kulit masing-masing.

Pentingnya hidrasi selama puasa

Amanda menegaskan, menjaga hidrasi tetap menjadi kunci utama untuk mencegah dan mengatasi kulit kering selama puasa.

Upaya tersebut harus dilakukan secara menyeluruh, baik dari dalam tubuh maupun dari luar.

“Dengan melakukan hidrasi, baik dari dalam maupun dari luar, kelembapan kulit bisa tetap terjaga. Yang paling penting adalah cukupi cairan saat sahur dan berbuka, serta jangan lupa reapply body lotion yang melembapkan,” imbau dr. Amanda.

Baca Juga :  Ingin Turun BB dengan Aman dan Alami. Inilah 11 Tips yang Perlu Kalian Ketahui

Dengan mengenali kondisi kulit sejak dini dan menjaga hidrasi secara konsisten, kesehatan kulit tetap bisa terjaga meski menjalani puasa sepanjang hari.

Penulis: Nia Herlina [Pengurus PKK Kabupaten Indramayu]

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

Berita Terpopuler