MHNEWS.ID.- Pada momen Idul Fitri 1447 Hijriah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi meminta maaf kepada seluruh warga karena pemerintahannya belum bekerja sesuai harapan masyarakat.
Dedi mengatakan, lebaran tahun ini berjalan tertib, aman, dan penuh kebahagiaan. Namun, di balik suasana itu, ia mengingatkan bahwa lebaran juga jadi waktu untuk merenung.
“Lebaran hari ini bisa terlaksana dengan baik, dengan tertib, penuh riang gembira. Tapi di antara riang gembira itu lebaran itu pasti ada tetesan air mata,” katanya usai Shalat Id di Gedung Sate, Kota Bandung, Sabtu (21/3/2026).
Menurut ia, banyak orang mengingat kesalahan di masa lalu, merindukan keluarga yang sudah tiada, atau yang tinggal jauh. Hal tersebut, sudah menjadi bagian dari tradisi lebaran.
Singgung soal pungutan kepada rakyat, dalam kesempatan itu, Dedi juga menyoroti kinerja pemerintahnya yang belum maksimal.
“Tadi saya menyampaikan permohonan maaf bagi seluruh warga Jabar bahwa pemerintah belum bisa bekerja dengan baik, melayani kebutuhan masyarakat, memenuhi seluruh apa yang menjadi harapan,” ujarnya.
Dedi juga menyinggung beban yang dirasakan masyarakat, terutama soal berbagai pungutan. Ia membandingkan dengan negara lain yang dinilai lebih sederhana dalam menarik dana dari rakyat.
“Negara lain itu mungutnya cuma pajak, negara Islam mungutnya cuma zakat. Kita ini kan rakyat suka iuran. Ada pungutan, ada berbagai hal,” tuturnya.
Ia menilai, banyaknya pungutan belum sebanding dengan kemajuan yang dirasakan masyarakat. Salah satu penyebabnya, adalah besarnya biaya untuk menjalankan pemerintahan.
Dedi menegaskan, ke depan pemerintah perlu memperbaiki cara mengelola anggaran agar manfaatnya lebih terasa bagi masyarakat.
“Banyak sekali, tetapi kenapa kita nggak maju-maju? Kuncinya cuma satu, di negara lain jatah penyelenggaraan negaranya dikit,” tegasnya.
“Sehingga uang untuk kepentingan rakyatnya lebih banyak. Di kita ini, jatah untuk penyelenggaraan negaranya kegedean,” pungkas Dedi.
Penulis: Wawan Idris


