Ia mengungkapkan alasan penolakan tersebut selain menyebabkan jalan cepat rusak, juga banyak terjadi kecelakaan hingga menelan korban jiwa. Menurutnya juga, masyarakat di jalur tersebut merasa kurang nyaman dengan melintasnya mobil berukuran besar dan berat itu.
“Maka kami meminta kepada Pertamina untuk segera menghentikan operasi jalannya mobil tangki dari (jalur) Tegalurung, Singaraja, Singajaya. Mobil tanki pengangkuta BBM terutama LPG itu setiap hari dari pagi sampai sore bahkan malam hari hilir-mudik di jalan yang padat penduduk,” tegasnya.
Mestinya, kata Mujani, mobil tangki Pertamina melintas di jalan raya yang disediakan kelayakan kapasitasnya yang sesuai. Ia pun mengecualikan mobil tangki Pertamina yang khusus mengisi BBM untuk SPBU di wilayah Indramayu Kota.
“Ini sikap tegas kami sebagai anggota DPRD dan ini bentuk dari aspirasi masyarakat Kabupaten Indramayu. Kami juga mendorong Dinas Perhubungan dan Polres untuk berkoordinasi menyikapi aspirasi masyarakat ini untuk dicarikan solusinya,” ucapnya.


