Selain ruang kelas, banjir rob juga menggenangi ruang guru. Sama seperti anak-anak didik mereka, guru juga terpaksa menggunakan sepatu bot ataupun sandal untuk beraktivitas di sekolah.
Salah seorang guru SDN 1 Cangkring, Sri Mulyawiyanti menjelaskan, banjir rob mulanya terjadi sepekan yang lalu. Setelah sempat surut, banjir rob kembali datang pada Senin (19/12/2022) pagi dan masih berlangsung hingga hari ini.
‘’Minggu kemarin itu rob lebih tinggi dari yang sekarang. Padahal saat itu anak-anak sedang mengikuti ujian penilaian akhir semester (PAS) satu,’’ terang Sri kepada mhnews.id, Kamis (22/12/2022).
Meski demikian, sebanyak 207 siswa di SDN 1 Cangkring harus tetap mengikuti ujian sekolah itu dengan kondisi ruang kelas kebanjiran. Mereka harus tetap berkonsentrasi mengerjakan soal ujian meski kaki mereka terendam banjir.


