MHNEWS.ID.- Dampak fenomena El Nino Kabupaten Indramayu diperkirakan akan memasuki musim kemarau panjang mulai akhir April dengan puncak pada September 2026.
“Berdasarkan informasi BMKG kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kekeringan dan kebakaran lahan,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu, Dadang Oce Iskandar.
Oce mengatakan hal itu saat menggelar Apel Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Tahun 2026 di lapangan kantor setempat, Minggu (26/04/26).
Satu hari setelah pesan itu musibah kebakaran hebat pun terjadi. Kebakaran terjadi di lokasi pembangunan pabrik Kawasan Industri Losarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Senin (27/4/2026) malam.

Kebakaran diduga dipicu oleh mesin generator set (genset) yang mengalami panas berlebih atau overheat hingga akhirnya terbakar. Kerugian akibat kebakaran ini bahkan ditaksir mencapai Rp 800 juta sampai Rp 1 miliar.
Mengutip Kompas.com, Kabid Damkar pada Dinas Satpol PP dan Damkar Indramayu, Jajat Wibisono mengatakan, pabrik yang terbakar adalah milik PT WUL yang saat ini masih dalam proses pembangunan.
“Laporan kami terima pukul 21.40 WIB. Adapun penyebab kebakaran berdasarkan keterangan karyawan di sana, itu berasal dari genset, mungkin karena kepanasan dan korsleting listrik sehingga menimbulkan kebakaran,” kata Jajat saat dihubungi, Selasa (28/4/2026) pagi.
Menindaklanjuti laporan tersebut, dua unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi. Petugas tiba sekitar pukul 22.15 WIB dan segera melakukan upaya lokalisasi api agar tidak merambat ke area lainnya.
Jajat mengungkapkan, selama proses pemadaman, petugas mendapat kendala karena kepulan asap terus muncul dari material yang terbakar.
Upaya penyemprotan harus dilakukan tiga kali untuk memastikan titik api benar-benar padam. Api pun baru dipastikan benar-benar padam sekitar pukul 22.40 WIB.
“Proses pemadaman kurang lebih berlangsung selama 1 jam hingga akhirnya api berhasil dipadamkan. Kami juga melakukan pendinginan untuk mencegah munculnya titik api kembali,” kata dia.
Dalam peristiwa ini, Jajat memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini. Namun, pihak perusahaan menelan kerugian materiil yang cukup besar karena banyaknya aset yang terbakar.
Tercatat, sedikitnya empat unit genset, mesin pompa, serta satu buah panel listrik milik perusahaan ludes menjadi arang.
“Kurang lebih untuk kerugian ditaksir mencapai Rp 800 juta sampai dengan Rp 1 miliar,” ucap Jajat.
Penulis: Wawan Idris


