ALHAMDULILLAHI ROBBIL ‘ALAMIN. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam. Apakah nikmat terbesar yang akan dirasakan manusia di Surga?
Banyak orang membayangkan Surga sebagai tempat penuh makanan lezat, istana megah, sungai susu dan madu, serta kenikmatan tanpa batas.
Yang dibayangkan itu semuanya benar. Namun para ulama menjelaskan bahwa ada satu nikmat terbesar yang jauh melampaui seluruh kenikmatan fisik Surga.
Nikmat itu adalah melihat wajah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Inilah puncak kebahagiaan penghuni Surga yang sangat dinantikan.
Allah Azza wa jalla berfirman, “Wajah-wajah (orang beriman) pada hari itu berseri-seri. (Mereka memandang Tuhannya.” [Q.S. Al-Qiyamah: 22–23].
Ayat ini menjadi dasar kuat bahwa penghuni Surga akan melihat Rabb mereka sebagai karunia tertinggi. Allah juga berfirman, “Bagi orang-orang yang berbuat baik ada pahala terbaik (Surga) dan tambahan.” [Q.S. Yunus: 26].
Para sahabat dan ulama tafsir seperti Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma menjelaskan bahwa “tambahan” dalam ayat ini adalah melihat Allah.
Rasulullah Shollallohu alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya kalian akan melihat Rabb kalian sebagaimana kalian melihat bulan purnama, kalian tidak berdesakan dalam melihat-Nya.” [H.R. Bukhari dan Muslim].
Hadis ini menunjukkan, melihat Allah Azza wa jalla adalah kenyataan, bukan kiasan. Semua penghuni Surga merasakan kebahagiaan itu. Tidak ada kesulitan atau penghalang.
Dalam hadis lain Rasulullah Shollallohu alaihi wa sallam bersabda, “Apabila penghuni Surga telah masuk Surga… Allah berfirman, ‘Apakah kalian menginginkan tambahan?’
Mereka berkata, ‘Bukankah Engkau telah memutihkan wajah kami dan memasukkan kami ke Surga?’ Maka Allah menyingkap hijab-Nya, dan tidak ada sesuatu yang lebih mereka cintai selain melihat Rabb mereka.” [H.R. Muslim].
Inilah momen paling agung dalam seluruh kehidupan akhirat.
Mengapa melihat wajah Alloh Azza wa jalla disebut nikmat terbesar?
Semua kenikmatan Surga tetap makhluk. Tetapi melihat Allah Azza wa jalla berarti dekat dengan Sang Pencipta. Merasakan cinta Illahi secara langsung. Kebahagiaan yang tidak bisa dijelaskan dengan bahasa dunia.
Para ulama mengatakan, kenikmatan Surga adalah hadiah. Melihat Allah adalah kehormatan.
Penulis: Wawan Idris


