MHNEWS.ID.- Banjir rob di wilayah Indramayu saat ini sudah semakin parah dan dikhawatirkan akan memburuk jika Proyek Strategis Nasional (PSN) Revitalisasi Tambak Pantura tetap berjalan.
Perwakilan Kompi, Juhadi Muhammad mengatakan hal itu saat berdialog dengan Bupati Indramayu, Lucky Hakim di Pendopo Indramayu, Selasa (28/4/2026) malam.
“Ini yang jadi alasan kami melakukan penolakan karena tidak hanya terkait aspek ekonomi, tetapi juga menyangkut keberlangsungan hidup dan lingkungan,” ujarnya.
Diketahui, perwakilan Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (Kompi) akhirnya bertemu dengan Bupati Indramayu, Lucky Hakim di Pendopo Indramayu, Selasa (28/4/2026) malam.
Dalam pertemuan tersebut, massa Kompi menyampaikan keluh kesah terkait Proyek Strategis Nasional (PSN) Revitalisasi Tambak Pantura. Mereka menegaskan penolakan terhadap proyek tersebut.
Perwakilan Kompi, Juhadi Muhammad mengatakan, banyak warga pesisir menggantungkan hidup dari lahan tambak yang selama ini dikelola.
“Kami khawatir akan munculnya pengangguran dan kemiskinan baru apabila lahan produktif yang selama ini dikelola diambil alih,” kata Juhadi dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (29/4/2026).
Selain aspek ekonomi, Kompi juga menyoroti potensi dampak lingkungan. Menurut Juhadi, kondisi banjir rob di wilayah Indramayu saat ini sudah semakin parah dan dikhawatirkan akan memburuk jika proyek tetap berjalan.
Menanggapi pernyataan KOMPI tersebut Bupati Indramayu, Lucky Hakim mengatakan pihaknya mengaku tidak memiliki kewenangan untuk menghentikan proyek tersebut.
Sebagaimana dikutip Kompas.com, Lucky menegaskan pihaknya tetap membuka ruang dialog dan siap memfasilitasi aspirasi masyarakat.
“Kami tidak dalam posisi menolak atau menerima sepenuhnya, tetapi kami siap memfasilitasi dan mendampingi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada kementerian terkait maupun DPR RI,” ujarnya.
Penulis: Wawan Idris


