Baman mengaku sudah menyarankan kepada kepala sekolah untuk membuat saluran pengeluaran dari paralon, yang ujungnya diberi plastik. Ketika air deras, maka plastik akan menutup sehingga air tidak bisa masuk. Sedangkan saat air di dalam kondisinya penuh, maka air bisa keluar.
“Plastik itu berfungsi seperti katup. Tapi sepertinya upaya itu belum dilakukan, nanti saya cek ke sana lagi,” kata Baman.
Baman pun sudah menyampaikan kepada camat setempat agar bersama kepala desa melakukan koordinasi dengan Dinas PUPR Kabupaten Indramayu, untuk mengatasi kondisi saluran irigasi.
Pihaknya juga mendorong agar masalah tersebut dibahas dalam musyawarah masyarakat Desa Widasari, terutama untuk peninggian halaman kedua sekolah.


