Alhamdulillaahil ladzii ahyaanaa ba’da maa amaatanaa wa ilaihin nusyuur.
“Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah ia mewafatkan (menidurkan) kami dan kepada-Nya kami akan dibangkitkan.” [H.R. Muslim: 2711, Ibnu Majah: 3880, al-Bukhoriy: 6312, 6314, 6324, 6325, 7394, Abu Dawud: 5049 dan at-Turmudziy: 3417].
Dari Ubadah bin ash-Shamit radliyallahu anhu berkata, telah bersabda Rosulullah shallalahu alaihi wasallam, “Barangsiapa yang terbangun di waktu malam lalu ketika terjaga ia mengucapkan:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ لَهُ اْلمـُلْكُ وَ لَهُ اْلحَمْدُ وَ هُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ سُبْحَانَ اللهِ وَ اْلحَمْدُ لِلَّهِ وَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَ اللهُ أَكْبَرُ وَ لَا حَوْلَ وَ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ اْلعَلِيِّ اْلعَظِيْمِ


