31 C
Indramayu
Selasa, April 21, 2026


Baby Blues: Ancaman Serius bagi Ibu Setelah Melahirkan

MHNEWS.ID.- Bagi seorang istri, melahirkan dan menjadi ibu bagi si bayi merupakan hal yang indah dan membahagiakan karenanya momentum itu sangat dinantikan.

Namun sebagian perempuan lainnya setelah melahirkan justru menjadi penderitaan bahkan petaka. Ini dibuktikan ada 85 persen ibu baru akan mengalami baby blues atau gangguan mood pascapersalinan.

- Advertisement -

Kondisi ini dipicu oleh perubahan hormon yang dapat menyebabkan kecemasan, menangis tanpa alasan yang jelas, dan kegelisahan.

Disebut juga postpartum blues, baby blues sebenarnya adalah bentuk depresi ringan dan bersifat sementara, muncul beberapa hari setelah persalinan dan hilang begitu hormon kembali stabil. Biasanya sekitar dua minggu.

Melansir Kompas.com, gejala baby blues antara lain merasa sedih, mudah tersinggung dan marah, susah tidur, merasa tidak mampu merawat bayi, serta perubahan suasana hati yang cepat.

Jika tidak ditangani dengan baik, sekitar 10 hingga 15 persen dari kasus ini dapat berkembang menjadi depresi pascapersalinan yang lebih serius.

Depresi pascapersalinan lebih mungkin terjadi pada beberapa individu, antara lain perempuan dengan riwayat kecemasan, depresi, atau gangguan suasana hati.

Baca Juga :  Bikin Tercengang, 4 Fakta Unik Bayi Baru Lahir yang Jarang Diketahui Ayah Bunda

Selain itu, mereka yang memiliki anggota keluarga yang menderita gangguan baby blues juga lebih mungkin mengalaminya.

Menurut psikolog dari Klinik Psikologi Bethsaida Hospital Gading Serpong Joice Novita Kristianto Sp.Psi, selain faktor hormonal, baby blues juga dipicu oleh kelelahan fisik dan kurangnya dukungan dari keluarga atau pasangan.

“Setelah melahirkan, ibu mengalami perubahan hormonal yang signifikan. Ditambah rasa lelah, kurang tidur, dan tekanan emosional, bisa memicu baby blues hingga depresi pasca melahirkan,” jelas Joice.

Merawat diri untuk mencegah baby blues

Setelah melalui proses persalinan yang tidak mudah, banyak ibu terlalu fokus pada kebutuhan bayi hingga lupa memperhatikan kondisi dirinya sendiri.

Padahal, momen pasca melahirkan juga merupakan waktu penting bagi ibu untuk memulihkan fisik, mental, dan emosinya, termasuk dengan memberikan waktu untuk perawatan diri (pampering).

Joice mengingatkan bahwa pampering bukan sekadar kemewahan, tapi kebutuhan psikologis pada saat seseorang sedang beradaptasi dengan peran barunya sebagai ibu.

Menurutnya banyak ibu yang merasa bersalah saat ingin merawat diri sendiri setelah melahirkan.

Baca Juga :  Jangan Sepelekan Khasiat Jeruk, Studi: Terbukti bisa Membantu Kurangi Risiko Depresi

Padahal, me-time dan perawatan diri justru membantu menjaga kestabilan emosi, meningkatkan rasa percaya diri, dan membuat ibu lebih siap menjalani peran barunya.

“Pampering bisa berarti relaksasi sederhana, tidur berkualitas, perawatan kulit, atau konsultasi dengan psikolog. Yang terpenting adalah menciptakan ruang untuk ibu merasa nyaman, dihargai, dan kembali terhubung dengan dirinya,” tambahnya.

Penelitian menunjukkan, gangguan mood pada ibu baru bisa dicegah dengan cara-cara sederhana seperti meluangkan waktu untuk beristirahat dan tidur, melakukan perawatan diri, serta meminta bantuan dari orang-orang terdekat.

Para ayah juga bisa terlibat langsung dalam pengasuhan anak sehingga ibu memiliki waktu untuk merawat dirinya.

“Keterlibatan ayah ini akan membuat ibu merasa dapat dukungan dan tidak merasa sendirian,” katanya.

Jika gejala baby blues berlangsung lebih dari dua minggu, semakin parah, atau mengganggu kemampuan ibu dalam merawat bayi, kemungkinan besar itu adalah depresi pascapersalinan yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut.

Jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan profesional seperti psikolog atau psikiater.

Baca Juga :  Sungguh Biadab, Gadis Disabilitas asal Desa Kiajaran Wetan Berbulan-bulan Diduga Jadi Korban Pemerkosaan

“Setiap ibu punya kisah dan tantangan sendiri. Kami hadir bukan untuk menghakimi, tapi untuk mendampingi dengan pendekatan yang hangat dan penuh empati,” kata Joice.

Penulis: Nia Herlina [Pengurus PKK Kabupaten Indramayu]

 

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

Berita Terpopuler