31.1 C
Indramayu
Sabtu, April 18, 2026


Mengapa Harus Berbakti kepada Kedua Orang Tua? Simak, Inilah Alasannya!

ALHAMDULILLAHI ROBBIL ‘ALAMIN. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa‘ala alihi wa shohbihi wa sallam. Ketahuilah, hak manusia yang paling besar atas diri kalian ialah hak kedua orang tua dan karib kerabat.

Bahkan Alloh Azza wa Jalla menyebutkan hak tersebut berada pada tingkatan setelah hak-Nya. Karenanya, betapa besar pahala berbakti kepada orang tua dan sebaliknya betapa besar dosa ketika menyia-nyiakannya.

- Advertisement -

Namun saat ini ada fenomena yang sangat memilukan. Banyak anak yang tidak mau berbakti kepada orang tuanya, bahkan menyia-nyiakan, mencaci, menyiksa secara fisik, dan menghina. Tidak sedikit pula yang secara sengaja membuang orang tuanya. Naudzubillah.

Alasannya pun sungguh tak masuk akal. Mereka yang berbuat durhaka kepada orang tuanya merasa dirinya tidak pernah minta dilahirkan. “Kenapa harus berbakti kepada orang tua, toh saya tidak pernah minta dilahirkan?, demikian pengakuannya.

Ketahuilah, berbakti kepada orang tua merupakan perintah Alloh Azza wa Jalla. Dalam Surat An-Nisa ayat 36 Alloh Azza wa Jalla berfirman:

Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua (ibu-bapa) … ” [Q.S. An-Nisâ: 36].

Baca Juga :  Simak! Inilah Rahasia di Balik Perintah harus Bersholawat untuk Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

Begitu pula Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman dalam surat Luqmân ayat 14. “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua orang tua ibu-bapanya, …)”

Allah Azza wa Jalla memerintahkan demikian dengan menyebutkan alasan yaitu: “Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah)”.

Bagi seorang ibu yang sudah mengalami mengandung dan melahirkan anak tentu sangat merasakan keadaan lemah dan berat ketika mengandung, melahirkan, mengasuh dan menyusuinya sebelum kemudian menyapihnya.

Kemudian Allah berfirman: “dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu. Hanya kepada-Kulah kembalimu)“. Q.S. Luqman: 14).

Dari Abu Hurairah, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sungguh terhina, sungguh terhina, sungguh terhina.” Ada yang bertanya, “Siapa, wahai Rasululloh?” Beliau bersabda, “(Sungguh hina) seorang yang mendapati kedua orang tuanya yang masih hidup atau salah satu dari keduanya ketika mereka telah tua namun justru ia tifdak masuk surga.” (H.R. Muslim).

Baca Juga :  Sesungguhnya Kaum Muslim itu Ibarat Satu Tubuh, Maka Janganlah Bercerai-berai dan Berselisih!

Dari Abdullah bin Umar, ia berkata: “Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua.” (Abdul Mufrod No. 2, dihasankan oleh Syaikh Al Albani).

Sungguh jasa orang tua apalagi ibu sangatlah besar. Mulai saat mengandung, beliau harus menanggung berbagai macam kesusahan dan penderitaan. Demikian juga saat beliau melahirkan anak-anaknya.

Tak berhenti sampai di situ, setelah melahirkan dengan taruhannya nyawa, beliau harus menyusui selama dua tahun, merawat ketika sakit, harus terbangun pada waktu istirahatnya hanya untuk mengganti popok, menyusui, menggendong, dan lebih dari itu lagi.

Penulis: Wawan Idris

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

Berita Terpopuler