31.1 C
Indramayu
Minggu, April 19, 2026


Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam Memerintahkan: “Sempurnakanlah Ruku’ dan Sujud Kalian!”

ALHAMDULILLAHI ROBBIL ‘ALAMIN. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam. Secara sadar atau tidak kita kerap sholat dengan terburu-buru.

Sholat terburu-buru itu disebabkan berbagai alasan. Namun mayoritas karena ada suatu urusan yang dianggap lebih penting sehingga meninggalkan thuma’ninah.

- Advertisement -

Padahal adakah urusan yang lebih penting selain beribadah kepada Alloh Azza wa jalla, terutama mendirikan sholat dengan menyempurnakan rukun-rukunnya?

Sebagaimana Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, memerintahkan: “Sempurnakanlah Ruku’ dan Sujud Kalian!” [H.R. al-Bukhâri, No. 6644 dan Muslim, No. 425].

Berikut ini adalah dalil-dali yang mewajibkan menyempurnakan ruku dan sujud agar meraih kesempurnaan dalam sholat. Dan tidak akan pernah terealisasi ruku dan sujud dengan sempurna kecuali dilakukan dengan thuma’ninah.

Hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad dan Ibnu Majah dengan sanad yang shahih dari Ali bin Syaiban, beliau Radhiyallahu anhu mengatakan:

Kami shalat dibelakang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu sepintas Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam melihat dengan mata beliau, ada seorang lelaki yang tidak meluruskan tulang punggungnya dalam ruku’ dan sujud. Setelah selesai shalat, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Baca Juga :  Syarat Dikabulkannya Doa, Penjelasan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullahu Ta’ala

Wahai kaum Muslimin, tidak ada shalat bagi orang yang tidak meluruskan tulang punggungnya dalam ruku’ dan sujud. [H.R. Ahmad, no. 16297; Ibnu Majah, no. 871].

Abu Ya’la rahimahullah meriwayatkan dalam Musnadnya (no. 7184; dan diriwayatkan juga oleh Ath-Thabarani di dalam al-Kabîr, No. 3840; dihasankan oleh al-Albani dalam Shifat Shalat, hlm. 131) dengan sanad yang hasan:

Bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat seorang laki-laki tidak menyempurnakan ruku’nya, dan mematuk di dalam sujudnya, ketika dia sedang shalat, maka Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Jika orang ini mati dalam keadaannya seperti itu, dia benar-benar mati tidak di atas agama Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam“.

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahku dengan tiga perkara dan melarangku dari tiga perkara…, melarangku dari mematuk seperti patukan ayam jantan, duduk iq’â seperti duduk iq’ânya anjing, dan menoleh seperti menolehnya musang. [H.R. Ahmad, no. 8106].

Imam Ahmad dan lainnya meriwayatkan dari Thalq bin ‘Ali Radhiyallahu anhu, dia berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Baca Juga :  Selalu Was-was Setelah Berwudu? Simaklah Penjelasan Sunnah Berikut Ini!

Allâh Subhanahu wa Ta’ala tidak melihat shalat seorang hamba yang tidak di dalam shalatnya tidak menegakkan tulang punggungnya di antara ruku’ dan sujudnya.”

Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab Shahîhnya (no. 498) dari ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma, dia berkata:

Dan beliau (Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam ) jika mengangkat kepalanya dari ruku’, beliau tidak akan turun bersujud sampai berdiri dengan sempurna.

Dan jika beliau mengangkat kepalanya dari sujud, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak bersujud sampai duduk dengan sempurna.”

Penulis  : Wawan Idris
Sumber: https://almanhaj.or.id

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

Berita Terpopuler