32 C
Indramayu
Sabtu, April 18, 2026


Istri Ridwan Kamil, Atalia Praratya Nilai Penambahan Kapasitas Rombel jadi 50 Siswa, Melanggar Regulasi

MHNEWS.ID.- Kritik keras kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atas kebijakannya menambah kapasitas rombongan belajar (rombel) masih berlanjut.

Kali ini kritik datang dari Anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya. Istri mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil ini menyatakan sangat tidak setuju kebijakan tersebut.

- Advertisement -

Politisi Partai Golkar itu berpendapat, kebijakan penambahan kapasitas rombel sampai 50 siswa dalam satu kelas di SMA/SMK tidak memperhatikan keadaan guru maupun siswa.

Atalia menilai bahwa satu kelas bisa sampai 50 siswa telah melanggar peraturan. Hal ini bila dipertahankan bisa berdampak negatif pada mutu pembelajaran.

Atalia menyatakan bahwa ia sering mendapatkan keluhan dari para guru SMA di daerah pemilihannya mengenai kebijakan ini yang mulai diterapkan di tahun ajaran baru.

Ia menekankan bahwa jumlah siswa yang ideal dalam satu kelas adalah 25 orang, atau maksimal 36 sesuai dengan regulasi dari Kementerian Pendidikan.

“Mengelola 25 siswa saja sudah menjadi tantangan bagi guru, terutama jika bertambah menjadi 50 siswa. Mereka masih dalam periode remaja,” ungkapnya di Cimahi, Kamis (31/7).

Baca Juga :  Tol Bogor-Sukabumi Diresmikan Jokowi, Jakarta-Sukabumi Hanya 2-2,5 Jam dari Semula 5-6 jam

Dari perspektif siswa, lanjutnya, jumlah yang terlalu banyak dapat membuat mereka duduk berdesakan, sehingga tidak nyaman.

Selain itu, kondisi meja belajar yang seringkali tidak mendukung juga dapat mengganggu proses belajar, terutama jika satu meja digunakan oleh lebih dari dua orang.

Atalia membandingkan situasi ini dengan Sekolah Rakyat yang berada di bawah Kementerian Sosial, yang hanya menerima 25 siswa per kelas.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah harus mengevaluasi kebijakan ini dan berkomunikasi dengan guru agar keputusan yang diambil sungguh-sungguh mempertimbangkan kualitas pendidikan.

“Pemimpin daerah sebaiknya memikirkan konsekuensi terhadap kualitas sebelum mengeluarkan kebijakan. Tidak hanya terpaku pada jumlah,” tegasnya.

Penulis: Wawan Idris

 

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

Berita Terpopuler