31.1 C
Indramayu
Minggu, April 19, 2026


Renungkanlah Wahai Saudaraku, Inilah Penghalang Hidayah (Pelajaran dari Abu Thalib)

ALHAMDULILLAHI ROBBIL ‘ALAMIN. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa‘ala alihi wa shohbihi wa sallam. Hidayah adalah hak mutlak Alloha Azza wa Jalla.

Alloh Azza wa Jalla berikan hidayah kepada yang Dia kehendaki atau sebaliknya. Tapi ada sebab seseorang terhalang mendapatkan hidayah atau sebaliknya: begitu mudah meraihnya.

- Advertisement -

Abu Thalib adalah seorang yang berilmu, sangat dekat, dan seringkali didakwahi oleh guru terbaik umat islam yaitu Nabi Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam. Namun mengapa Abu thalib tidak mendapat hidayah?

Belajar dari kisah Abu Thalib, menginggatkan kita minimal ada tiga sebab penghalang mendapatkan hidayah.

Sebab pertama: kawan yang buruk

Berteman dengan orang-orang yang buruk dapat menjerumuskan seseorang dalam kesesatan dan terhalang mendapatkan hidayah. Allah Azza wa Jalla berfirman:

Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu sebagai teman dekat (ku). [Q.S. Al Furqon: 28].

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Seseorang itu tergantung agama teman dekatnya. Oleh karena itu, salah satu di antara kalian hendaknya memperhatikan siapa yang dia jadikan teman dekatnya“. [H.R. Abu Dawud no. 4833 dan At-Tirmidzi no. 2378. ash-Shahîhah no. 927].

Baca Juga :  Saat Hidayah Mengetuk Hati Pembenci sekaligus Musuh Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam

Abu thalib berteman dekat dengan Abu jahal. Seorang penentang dakwah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menyesatkan abu thalib.

Sebab kedua: Mengagungkan budaya nenek moyang yang bertentangan dengan syri’at Islam

Abu Thalib berkeinginan memeluk Agama Islam, tapi Abu Jahal teman dekatnya selalu menginggatkan tentang ajaran agama dan kebesaran nenek moyangnya. Allah Azza wa Jalla berfirman:

Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah (Al Qur’an dan Al Hadist).” Mereka menjawab, “(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami“. [Q.S. Al Baqarah: 170].

Kelak ketika kita dihisab dihari Kiamat, Allah Azza wa Jalla tidak akan menanyakan kepada kita:

Apakah kamu mengamalkan ajaran orang tuamu? Apakah kamu mengamalkan ajaran nenek moyangmu?

Bukan itu yang akan ditanyakan! Yang akan Allah Azza wa Jalla tanya dan mintai pertanggung jawaban kelak dihari kiamat yaitu: Apakah kita menagamalkan apa yang telah Allah Azza wa Jalla turunkan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Baca Juga :  Ada Qadar Baik dan Buruk, Apakah Alloh Tabaroqta'alla Memiliki Sifat Buruk?

Sebab ketiga: karena takut celaan manusia

Renungkan Syair yang pernah diriwayatkan dari Abu Thalib ini: Sungguh aku telah mengetahui agama Muhammad itu adalah sebaik-baik Agama yang dipeluk oleh Manusia. Kalaulah bukan takut celaan atau menghindari cacian orang, maka aku akan masuk Islam.

Lalu mengapa Abu Thalib tidak masuk Islam? Salah satu sebab manusia tersesat karena takut dicela, dicaci dan takut dikucilkan oleh  keluarga, masyarakat, dan alasan lainnya. Maka berhati-hatilah saudaraku dari penyebab terhalangnya hidayah.

Sebagaimana orang-orang yang mewarisi ajaran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam akan terus ada hingga kiamat.

Begitu pula dengan pewaris-pewaris Abu Jahal yang menentang ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam akan terus bermunculan. Karakter Abu Jahal juga akan terus berulang dalam kurun zaman dan tempat. Allahu A’lam.

Penulis: Wawan Idris

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

Berita Terpopuler