31.1 C
Indramayu
Sabtu, April 18, 2026


Tingkatkan Kinerja, Dedi Mulyadi Tempatkan Kepala Sekolah Sesuai Domisili

MHNEWS.ID.- Sebanyak 644 jabatan Kepala Sekolah SMA dan SMK Negeri di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat saat ini kosong.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dr. Purwanto kepada media saat dikonfirmasi di kantornya, Selasa (26/8/2025).

- Advertisement -

Dijelaskan Purwanto, sesuai arahan Gubernur Dedi Mulyadi, pihaknya saat ini sedang melakukan penataan penempatan kepala sekolah.

“Terkait penempatan kepala sekolah untuk SMA dan SMK negeri akan dilakukan sesuai dengan domisili masing-masing,” ujarnya.

Kebijakan ini, tegas Purwanto diharapkan dapat meningkatkan kinerja kepala sekolah sekaligus kesejahteraan mereka.

“Kita sudah pemetaan, jadi salah satu bentuk kesejahteraan yang kita berikan kepada kepala sekolah adalah mereka bisa kembali bertugas di kabupatennya masing-masing,” ujarnya.

Purwanto menyebutkan, jumlah kepala sekolah yang diangkat pada periode ini mencapai 229 orang, sementara total posisi kepala sekolah yang kosong di Jabar sekitar 644 kursi.

Ia menambahkan, skema penempatan kepala sekolah sesuai domisili akan memberikan efek domino positif, baik terhadap efektivitas kinerja maupun mutu pendidikan.

Baca Juga :  Helmy Yahya dan Bossman Mardigu Batal jadi Komisaris Bank bjb

“Jadi pokoknya, prinsipnya semua kepala sekolah yang berasal dari kabupaten di luar tempat kerjanya kita sudah susun sekarang untuk diusulkan ke PKM,” kata Purwanto.

Ia mengungkapkan, proses pergeseran kepala sekolah ini hampir rampung, dengan tahap pengusulan sudah selesai dan kini tinggal menunggu persetujuan dari pemerintah pusat.

“Sekarang sudah dilantik. Sudah tinggal diusulkan ke Jakarta, karena kan harus ke Jakarta,” pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur Dedi Mulyadi menilai bahwa penugasan kepala sekolah selama ini kurang efektif, karena banyak yang ditempatkan jauh dari daerah asalnya.

Menurutnya, kondisi ini membuat para kepala sekolah tidak dapat menjalankan tugasnya secara optimal karena terbebani. Dedi berharap kebijakan baru ini dapat meningkatkan kinerja mereka.

“Penempatan kepala sekolah yang jaraknya jauh dari rumahnya harus segera dievaluasi. Mereka dikembalikan ke daerahnya masing-masing,” ungkapnya, Rabu (20/8/2025).

Penulis: Wawan Idris

 

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

Berita Terpopuler