33.7 C
Indramayu
Kamis, April 30, 2026


Amankah Etanol Dipakai Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, Ini Penjelasan Pakar Energi ITB

MHNEWS.ID.- Dalam seminggu terakhir ini banyak orang yang membicarakan soal etanol yang dijadikan campuran bahan bakar minyak (BBM).

Perbincangan di kalangan nitizen itu semakin kuat baik yang pro maupun kontra. Lalu sejauh mana etanol aman dijadikan BBM kendaraan bermotor?

- Advertisement -

Guru Besar Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (ITB), Tri Yus Widjajanto, mengatakan bahan bakar dengan kandungan etanol terbukti aman digunakan untuk kendaraan modern.

“Etanol dari tebu, jagung, atau singkong itu tidak hanya ramah lingkungan, tapi juga memperkuat rantai pasok energi domestik,” ujar Tri dalam diskusi Ikatan Wartawan Ekonomi Bisnis (IWEB) di Bandung, Jumat (10/10/2025).

“Selama kadar etanolnya diatur dengan benar, kendaraan tidak akan mengalami masalah teknis berarti,” sambungnya sebagaimana ditulis Kompas.com.

Pakar Energi ITB ini mengungkapkan, pemanfaatan etanol dapat membantu menekan ketergantungan impor BBM yang saat ini mencapai lebih dari 45 persen kebutuhan nasional.

Selain itu, pengembangan industri bioetanol di dalam negeri juga berpotensi membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan nilai tambah produk pertanian lokal.

Baca Juga :  Tingkatkan Kompetensi untuk Wujudkan Relawan Tangguh, RU VI Gelar Camp Relawan 2.0

“Ini langkah strategis untuk membangun kemandirian energi berbasis sumber daya dalam negeri. Pemerintah tinggal memastikan kesinambungan pasokan bahan baku dan infrastruktur distribusinya,” tutur dia.

Dosen Program Doktor Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Bandung (FEB Unisba), Prof Ima Amaliah, menilai upaya pemerintah mewujudkan swasembada energi seharusnya sudah dilakukan sejak lama.

Menurutnya, hasil sektor migas di era 1980-an semestinya dimanfaatkan untuk membangun fondasi energi nasional yang mandiri.

“Saya mengapresiasi langkah pemerintah saat ini. Program swasembada energi adalah langkah yang tepat dan sudah seharusnya menjadi agenda nasional lintas pemerintahan,” tutur dia.

Ima menilai, momentum ini tepat karena dunia tengah menghadapi tantangan perubahan iklim dan Indonesia telah berkomitmen pada Paris Agreement untuk mencapai net zero emission paling lambat pada 2050.

“Transformasi menuju energi bersih seperti bioetanol merupakan bagian dari kewajiban global,” ujarnya.

Penulis: Wawan Idris

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

Berita Terpopuler