33.7 C
Indramayu
Minggu, April 19, 2026


Klarifikasi BI, Gubernur Dedi Mulyadi Pastikan Informasi Deposito Dana Rp 4,1 Triliun Hoax

MHNEWS.ID.- Gubernur Dedi Mulyadi memastikan tidak ada dana APBD Provinsi Jawa Barat sebanyak Rp 4,1 triliun yang mengendap atau didepositokan di bank.

Kepastian ini disampaikan Dedi Mulyadi setelah menerima penjelasan langsung dari Bank Indonesia (BI), Rabu (22/10/2025).

- Advertisement -

“Ini kami sudah selesai mendapat penjelasan dari Bank Indonesia. Bank Indonesia ini adalah bank sentral, jadi jangan sampai ada pertanyaan atau pernyataan yang keliru,” ujarnya.

“Jadi, ada enggak duit Rp 4,1 triliun yang deposito? Tidak ada, Pak,” kata Dedi dalam keterangan video shorts KDM Chanel, Rabu (22/10/2025).

Menurut Dedi, dana yang dilaporkan pada 30 September lalu Rp 3,8 triliun bukanlah deposito, melainkan kas daerah dalam bentuk giro.

Sementara itu, dana lainnya merupakan deposito milik Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang dikelola secara mandiri di luar kas daerah.

“Yang ada adalah pelaporan keuangan per 30 September, ada dana yang tersimpan di kas daerah dalam bentuk giro sebesar Rp 3,8 triliun. Sisanya adalah deposito BLUD di luar kas daerah yang menjadi kewenangannya BLUD masing-masing,” ucapnya.

Baca Juga :  Atasi Praktek Percaloan, Loker Resmi Luar Negeri Dimasukan ke Aplikasi Nyari Gawe Dedi Mulyadi

Dedi menegaskan, dana kas daerah tersebut saat ini telah digunakan untuk berbagai keperluan pemerintahan, seperti pembayaran proyek, gaji pegawai, perjalanan dinas, serta biaya operasional lain.

“Uang Rp 3,8 triliun ini, hari ini sudah dipakai untuk bayar proyek, gaji pegawai, belanja perjalanan dinas, bayar listrik, air, dan pegawai outsourcing,” ungkapnya.

Dengan demikian, ia menepis tudingan adanya pengendapan dana pemerintah untuk kepentingan tertentu.

“Tidak ada pengendapan atau penyimpanan uang pemerintah provinsi disimpan di deposito untuk diambil bunganya. Tidak ada. Awas ya, tidak ada,” tegas Dedi.

Dedi juga menyebut, posisi kas daerah Pemprov Jabar terus bergerak sesuai kebutuhan belanja daerah, dan jumlahnya fluktuatif.

“Apa yang dinyatakan bahwa uang yang ada di kas daerah hari ini Rp 2,5 triliun, kemarin Rp 2,3 triliun, sebelumnya Rp 2,4 triliun, itu yang benar,” tuturnya.

Penulis: Wawan Idris

 

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

Berita Terpopuler