ALHAMDULILLAHI ROBBIL ‘ALAMIN. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa‘ala alihi wa shohbihi wa sallam. Berziarahlah ke Makam Syuhada ‘Uhud. Ucapkan salam dan doakan mereka.
Abu Thalhah Radhiyallahu Anhu berkata:
خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُرِيدُ قُبُورَ الشُّهَدَاءِ حَتَّى إِذَا أَشْرَفْنَا عَلَى حَرَّةِ وَاقِمٍ فَلَمَّا تَدَلَّيْنَا مِنْهَا وَإِذَا قُبُورٌ بِمَحْنِيَّةٍ قَالَ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَقُبُورُ إِخْوَانِنَا هَذِهِ قَالَ قُبُورُ أَصْحَابِنَا فَلَمَّا جِئْنَا قُبُورَ الشُّهَدَاءِ قَالَ هَذِهِ قُبُورُ إِخْوَانِنَا
Kami pernah keluar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam (dari Madinah), beliau ingin pergi ke kuburan orang-orang yang mati syahid di medan pertempuran, hingga kami berada di atas tanah bebatuan yang (dikenal dengan nama) Waqim.
Kemudian tatkala kami telah dekat dari kuburan tersebut ternyata terdapat kuburan di tempat tikungan. Saya berkata: kami katakan: Wahai Rasulullah, apakah ini kuburan saudara-saudara kita?
Beliau menjawab, “Ini adalah kuburan sahabat-sahabat kita.” Kemudian tatkala kami sampai pada kuburan orang-orang yang mati syahid (di area Jabal uhud) beliau bersabda: “Ini adalah kuburan saudara-saudara kita.” [H.R. Ahmad (1387) dan Abu Dawud (2043)].
Faedah hadits di atas:
Dan disunnahkan bagi orang-orang yang mengunjungi kota Madinah (masjid Nabawi) lalu bertujuan ingin mengunjungi Makam para syuhada’ Uhud yang wafat di peperangan (di area gunung Uhud) untuk mengucapkan salam kepada mereka dan mendoakan untuk mereka.
Terkait mendoakan para Syuhada’ Uhud, Haditsnya secara umum: Diriwayatkan dari Sulaiman bin Buraidah, dari ayahnya, beliau mengatakan:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan kepada mereka apa yang hendaknya mereka kerjakan apabila mereka pergi ziarah kubur:
السَّلَامُ عَلَى أَهْلِ الدِّيَارِ، مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَإِنَّا، إِنْ شَاءَ اللهُ لَلَاحِقُونَ، أَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ
As-salaamu ‘ala ahlid diyaar minal mukminiin wal muslimiin wa innaa insyaa` Allahu bikum lalaahiquun. Asalullaaha lanaa walakumul ‘aafiyah.
Semoga keselamatan tercurah bagi penghuni (kubur) dari kalangan orang-orang mukmin dan muslim dan kami insya Allah akan menyusul kalian semua. Saya memohon kepada Allah bagi kami dan bagi kalian al-‘afiyah (keselamatan).” [H.R. Muslim no. 975].
Penulis : Wawan Idris
Sumber: Ash-Shahih, Imam Muslim An-Naishaburi (Ustadz Dr. Lilik Ibadurrahman, M.Pd.)


