MHNEWS.ID.- Areal sawah Kelompok Tani Srikandi Desa Juntikedokan, Kecamatan Juntinyuat dijadikan sampel pengukuran hasil panen padi pada musim tanam 2026 ini.
Pengukuran produksi padi ini menggunakan ‘metode ubinan’. Metode ini dilakukan dengan mengambil sampel pada lahan berukuran 2,5 x 2,5 meter, kemudian ditimbang untuk mendapatkan estimasi produktivitas.
Dari hasil pengukuran diperoleh 56 rumpun dengan jumlah anakan berkisar 50–60 per rumpun dan seluruhnya menghasilkan malai (Red: bulir padi berisi gabah).
“Hasil ubinan menjadi acuan dalam melihat potensi panen sekaligus bahan evaluasi bagi peningkatan produksi pertanian,” ujar Camat Juntinyuat Ali Alamudin, Senin (4/5/26).
Camat Ali menjelaskan, dari lahan sawah milik Warnid diperoleh 56 rumpun dengan jumlah anakan berkisar 50–60 per rumpun dan seluruhnya menghasilkan malai (Red: bulir padi berisi gabah).
“Hasil timbangan ubinan mencapai 8,7 kilogram, yang jika dikonversikan menghasilkan estimasi produktivitas sebesar 13,92 ton per hektare Gabah Kering Panen (GKP),” katanya.
Kepala UPTD Pertanian dan Ketahanan Pangan Kecamatan Juntinyuat, Rido Mardianto, menegaskan ubinan memiliki peran penting sebagai dasar evaluasi hasil produksi pertanian.
“Data ubinan ini menjadi pijakan dalam menyusun langkah strategis guna meningkatkan produktivitas padi di wilayah Juntinyuat,” katanya.
Ketua Kelompok Tani Srikandi, Warnidi, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran pemerintah kecamatan dan petugas lapangan yang dinilai mampu memberikan motivasi bagi para petani.
Diakui Warnidi, capaian hasil tersebut didukung penggunaan varietas padi Ciherang Cap Beruang serta penerapan pupuk hayati cair bantuan pemerintah (Extragen) yang berfungsi sebagai pembenah tanah dan meningkatkan pertumbuhan anakan.
“Adapun pemberian pupuk dilakukan minimal dua kali, yaitu sebelum tanam dan pada masa awal pertumbuhan, yang kemudian dilanjutkan dengan pemupukan tabur,” ujarnya.
Sebagai perbandingan, rata-rata hasil panen di wilayah sekitar berada pada kisaran 7,7 ton per hektare, sehingga capaian ubinan di lokasi tersebut menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Penulis : Wawan Idris
Sumber: Diskominfo Indramayu


