ALHAMDULILLAHI ROBBIL ‘ALAMIN. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam. Melihat Wajah Alloh Azza wa Jalla adalah nikmat terbesar penghuni Surga.
Namun siapakah yang akan mendapatkan nikmat terbesar itu? Inilah penjelasannya:
Pertama, Nikmat Ini Hanya untuk Orang Beriman
Allah menjelaskan bahwa orang kafir tidak mendapatkan nikmat ini:
“Sekali-kali tidak! Sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (melihat) Tuhan mereka.” [Q.S. Al-Mutaffifin: 15].
Ayat ini menunjukkan, orang beriman diberi kehormatan melihat Allah sedangkan orang yang ingkar justru dihalangi.
Kedua, Hubungan Antara Iman di Dunia dan Nikmat Ini
Ulama menjelaskan, siapa yang mengenal Allah Azza wa Jalla di dunia, mencintai Allah, banyak berzikir, ikhlas beribadah, maka ia akan diberi balasan tertinggi di akhirat.
Rasulullah Shollallohu alaihi wa salam bersabda, “Barang siapa mencintai pertemuan dengan Allah, Allah pun mencintai pertemuan dengannya.” [H.R. Bukhari dan Muslim].
Ketiga, Mengapa Nikmat Ini Jarang Dibahas?
Karena manusia sering fokus pada makanan, bidadari, istana, sungai Surga. Padahal tujuan utama seorang mukmin bukan hanya Surga — tetapi ridha Allah Azza wa jalla.
Allah berfirman, “Dan keridhaan Allah itu lebih besar.” [Q.S. At-Taubah: 72]. Ridha Allah Azza wa jalla adalah kebahagiaan yang melampaui semua kenikmatan fisik.
Keempat, Siapa yang Berpeluang Mendapatkannya?
Orang yang menjaga, tauhid yang murni, shalat, taubat, akhlak, lisan, ikhlas dalam amal, karena Surga bukan hanya hadiah amal, tetapi rahmat Allah Azza wa Jalla.
Renungan
Bayangkan, setelah semua ujian hidup, tangisan, doa malam, sabar atas luka dunia — akhirnya Allah Azza wa Jalla berkata kepada hamba-Nya, “Aku ridha kepadamu.”
Lalu hijab tersingkap…, dan hamba itu melihat Rabb-Nya. Tidak ada kebahagiaan yang lebih besar dari itu. Itulah nikmat terbesar Surga.
Penulis: Wawan Idris


