MHNEWS.ID.- Bermula dari curhatan Bupati Indramayu, Lucky Hakim kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi pada saat rapat di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang beberapa waktu lalu.
Ingin tahu isi curhatan Bupati Lucky? Simak baik-baik kutipannya berikut ini.
“Pak Gub, ini saya ada sedikit curhat. Ya dari tadi curhat juga sih. Islamic. Islamic center itu, masjid itu gagah, apa simbol keagamaan, simbol Indramayu,” ungkap Lucky dalam YouTub KDM Chanel, Senin (4/8/2025).
“Tapi sebenarnya sudah mau ambruk, Pak. Itu bahkan saya aja sudah jarang ke situ Pak Gub. Jadi di luar kelihatannya itu bagus. Tapi maksudnya kalau kita lihat, tapi sebenarnya itu temboknya sudah misah,” paparnya.
“Sudah ambruk satu tihangnya (maksudnya menaranya -red). Plus dalem-dalemnya itu. Saya mau nutup. Jadi kalau saya mau nutup nggak berani karena orang…,” lanjutnya.
“Kami khawatir kalau misalnya tidak ditutup atau ditutup sih sebenarnya. Cuman kan nutup itu kesannya masih bagus. Kalau orang awam akan berpikir masih bagus,” jelasnya.
“Ya, saya mah pokoknya berpikirnya ini kurang aman kalau buat masyarakat. Apalagi banyak tamu dari luar kota datang pake bis. Itu kalau niban terus ada orang misalnya meninggal tiga itu ramainya nggak berjilid-jilid,” pungkasnya.
Mendengar curhatan Bupati Lucky, Gubernur Dedi Mulyadi langsung agak emosi. Berkali-kali Dedi bahkan memerintahkan stafnya untuk melakukan audit dan investigasi pembangunan Islamic Center tersebut.
Terlebih mengetahui anggaran yang digelontorkan Provinsi Jawa Barat untuk pembangunan Islamic Center pada tahun 2018 itu, sebagaimana diungkap Lucky sebesar Rp 100 miliar.
Diketahui, tahun 2018 lalu, Islamic Center dibangun di Indramayu, tepatnya di Persimpang Lima. Masjid yang sempat menjadi kunjungan wisatawan religi dari berbagai daerah itu memang sangat megah.
Namun beberapa tahun 2021 satu menaranya runtuh dan sampai sekarang belum diperbaiki atau dibangun kembali. Tidak hanya itu kondisi bangunan juga sekarang cukup memprihatinkan.
Gubernur Dedi pun langsung memerintahkan agar melakukan audit terhadap penggunaan bahan bangunan dalam pembangunan masjid kebanggaan Wong Dermayu itu.
“Inspektorat suruh ngitung kembali bahan yang dipake segala macemnya. Audit!” perintah Dedi dengan nada kesal bercampur emosi.
Saking kesal dan geramnya Gubernur Dedi sampai berali-kali menyebut kata audit. Menurutnya, setelah diaudit dan diinvestagi bisa saja Masjid Islamic Center itu ditutup sebagaimana diusulkan Bupati Lucky.
Setelah ditutup Dedi juga menyarankan dilakukan penyidikan. Menurutnya, tidak mungkin mesjid yang usianya belum sampai 10 tahu mengalami kerusakan parah kalau tidak ada penyimpangan.
Penulis: Wawan Idris


