31.7 C
Indramayu
Sabtu, Mei 2, 2026


Perkuat Jadi Diri Masyarakat Jawa Barat, Pemprov Tetapkan 18 Mei Jadi Peringatan Hari Tatar Sunda

MHNEWS.ID.- Untuk memperkuat jati diri dan karakter masyarakat Jawa Barat berbasis sejarah dan budaya Sunda, Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menetapkan 18 Mei sebagai Hari Tatar Sunda.

Sejarawan sekaligus Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (Unpad), Nina Herlina Lubis, menerangkan, tanggal 18 Mei diambil dari peristiwa perubahan nama Kerajaan Tarumanegara menjadi Kerajaan Sunda oleh Maharaja Trarusbawa pada 18 Mei 669 Masehi.

- Advertisement -

Peristiwa tersebut tercatat dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantana dan juga sumber dari Dinasti Tang di China.

“Dari beberapa sumber, dapat disimpulkan awal berdirinya Kerajaan Sunda merupakan awal lahirnya Tatar Sunda pada 18 Mei 669 Masehi sehingga dapat ditetapkan sebagai Hari Tatar Sunda,” kata Nina dalam konferensi pers di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (1/5/2026).

Ia mengatakan, penetapan ini juga sudah diatur dalam Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Hari Tatar Sunda. Meski merujuk pada sejarah Kerajaan Sunda, Nina menegaskan peringatan ini bukan untuk merayakan berdirinya kerajaan.

Baca Juga :  Jawab Tudingan Purbaya Soal Deposito APBD, Dedi Mulyadi Silakan BPK Periksa Kas Pemprov Jabar

Namun, tujuannya ialah agar masyarakat tetap menjaga dan menghidupkan budaya Sunda di daerah masing-masing.

Sementara itu, Dosen Fakultas Hukum Unpad, Hernadi Affandi, menjelaskan, Hari Tatar Sunda menjadi momen untuk menguatkan kembali jati diri warga Jawa Barat.

Ia menegaskan, perbedaan Hari Tatar Sunda dengan Hari Jadi Provinsi Jawa Barat yang diperingati setiap 19 Agustus.

“Peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Barat lebih bersifat administratif kenegaraan, sedangkan Hari Tatar Sunda lebih difokuskan pada penguatan akar budaya dan sejarah,” terangnya sebagaimana dikutip Kompas.com.

Menurut dia, kehadiran Hari Tatar Sunda tidak perlu dipertentangkan dengan Hari Jadi Jawa Barat. Keduanya justru saling melengkapi.

“Hari Tatar Sunda diharapkan bisa memperkuat identitas budaya Sunda sekaligus menjaga warisan sejarah agar tetap hidup di tengah masyarakat,” pungkas Hernadi.

Penulis: Wawan Idris

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

Berita Terpopuler