34.3 C
Indramayu
Minggu, April 19, 2026


Pasang Bendera One Piece, bukan Provokasi tapi Bentuk Rasa Cinta kepada Tanah Air

MHNEWS.ID.- Seorang Nakama yang mengaku bernama Satya (36) memang sangat kecewa pada pemerintah atas buruknya kebijakan pemerintah pasca reformasi.

Namun demikian, Satya mengaku sangat mencintai Tanah Air, Republik Indonesia. Jadi, pemasangan bendera bajak laut dari manga One Piece itu bukan untuk memprovokasi.

- Advertisement -

Menurut Satya, tindakan itu murni didasari oleh rasa cinta terhadap Tanah Air, sekaligus bentuk kritik terhadap penguasa saat ini.

“Kita tidak sedang melawan negara, tapi melawan ketidakadilan yang dibuat oleh sistem dan elite yang tak berpihak. Kritik ini bukan bentuk kebencian, tapi bentuk cinta,” tegas dia.

“Karena kalau kita diam, sama saja kita membiarkan ketidakadilan terus berlangsung. Negara ini milik bersama, dan kita punya hak untuk menyuarakan kebenaran,” imbuhnya.

Diketahui, kini kembali marak pemasangan bendera One Piece tersebut. Para penikmat anime besutan Eiichiro Oda itu berbondong-bondong memasang menjelang perayaan kemerdekaan Indonesia.

“Lambang ini sesuai serialnya. Gerakan perlawanan terhadap pemerintah korup dan menindas rakyat jelata. Ini murni keprihatinan kita terhadap keadaan bangsa,” tegas Satya

Baca Juga :  Meriahkan HUT ke-77 RI, PT KPI RU VI Balongan Gelar Karnaval dan Sosialisasikan AKHLAK

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menuding pengibaran bendera Jolly Roger sebagai upaya memecah belah bangsa.

“Kita juga mendeteksi dan juga dapat masukan dari lembaga-lembaga pengamanan intelijen,” ungkap Dasco sebagaimana ditulis Kompas.com.

“Memang ada upaya-upaya namanya untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa,” sambungnya, Kamis (31/7/2025) malam.

Pihaknya menerima masukan dari sejumlah lembaga intelijen yang menyebutkan bahwa kemunculan simbol-simbol tersebut diduga mengindikasikan adanya gerakan sistematis untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Dasco mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dengan simbol-simbol atau gerakan yang dapat mengancam keutuhan bangsa.

Ia menekankan pentingnya menjaga solidaritas nasional di tengah pesatnya kemajuan yang sedang diraih Indonesia.

“Imbauan saya kepada seluruh anak bangsa, mari kita bersatu. Justru kita harus bersama melawan hal-hal yang seperti itu,” ungkapnya.

Penulis: Wawan Idris

 

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

Berita Terpopuler