MHNEWS.ID.- Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman menegaskan insiden ratusan siswa keracunan MBG akan dijadikan bahan evaluasi menyeluruh.
Lebih dari itu, Sekda Herman mengaku akan menggelar konsolidasi dengan pihak terkait untuk membahas kronologi, SOP pelaksanaan, hingga pengelolaan MBG agar lebih higienis.
“Jadi nanti yang akan disajikan itu apa, siapa yang memasak, bagaimana mengelolanya, semua harus jelas. SOP sebenarnya sudah tegas dari BGN, tinggal dikawal dan dilaksanakan di lapangan,” ucap Herman.
Menurut Herman, program MBG yang merupakan prioritas nasional harus mendapat pengawasan lebih ketat.
“Ini program bagus tapi tentu tak ada gading yang tak retak. Ini harus dikawal dengan baik, program prioritas nasional,” jelasnya.
“Kalaupun ada kejadian kami Pemprov Jabar menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, kami ikut tanggung jawab, kami mohon maaf,” pungkasnya.
Herman juga menegaskan insiden ini akan dijadikan bahan evaluasi menyeluruh.
“Kami prihatin dengan kejadian di beberapa kabupaten, ini tentu jadi pembelajaran. Ini harus diantisipasi dan dimitigasi ke depan, tidak boleh ada kejadian serupa,” ujar Herman.
Diketahui, pada tanggal 16, 17, dan 18 September 2025 ratusan siswa di Kabupaten Garut, Cianjur, dan Tasikmalaya mengalami keracunan setelah menyantap MBG.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun diminta segera mengambil langkah cepat terkait kasus keracunan massal yang menimpa ratusan siswa di Garut, Cianjur, dan Tasikmalaya.
Di Garut, sebanyak 569 siswa mengalami keracunan pada 16 September 2025. Sementara di Cianjur, kasus serupa menimpa 36 siswa pada 11 September 2025.
Penulis: Wawan Idris


