31.6 C
Indramayu
Kamis, April 30, 2026


Aparat tak Berani Bertindak, Tambang Emas Ilegal Dekat Mandalika NTB Sehari Produksi 3 Kilo Gram

MHNEWS.ID.- Mengejutkan! Tambang emas ilegal dengan produksi sehari bisa tiga kilogram logam mulia ditemukan di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Mengejutkan lagi, lokasi tambang emas itu tidak jauh dari Sirkuit Internasional Mandalika yang jarak tempuhnya hanya sekitar satu jam.

- Advertisement -

Lebih mengejutkan lagi para pekerja di tambang emas ilegal itu tidak bisa berbahasa Indonesia. Padahal sebelumnya tambang emas itu diklaim sebagai tambang milik rakyat.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan keterkejutan itu kepada awak media pada Selasa (21/10.2025) di Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan.

“Dan itu luar biasa, ternyata bisa 3 kg emas 1 hari. Hanya satu jam dari Mandalika,” kata Kepala Satuan Tugas Koordinasi dan Supervisi KPK Wilayah V, Dian Patria.

Walau pun KPK belum bisa menyatakan adanya tindak pidana korupsi pada sejumlah tambang emas ilegal tersebut, namun, lembaga antirasuah mendorong agar aturan terkait kehutanan dan lingkungan ditegakkan.

“Kemudian kita koordinasi segala macam, kita dampingi. Jadi kita ke lapangan, ya, kita mengajak. Jadi kalau kami di Korsup (atau) koordinasi supervisi, pencegahan bisa lebih luas lagi,” tegasnya.

Baca Juga :  Bikin Merinding! Baru Bebas dari Lapas, Mantan Walkot Cimahi Ditangkap KPK Lagi!

Dian mengatakan, KPK sudah menerjunkan tim untuk melakukan pengecekan ke lapangan dan menemukan beberapa pekerja di tambang emas ilegal itu tidak bisa berbahasa Indonesia.

“Kalau beberapa yang saya ketemu kok rakyatnya enggak bisa bahasa Indonesia, ya? Jadi enggak tahu rakyatnya yang mana ini maksudnya,” kata dia.

Tambang emas yang berjarak sekitar satu jam dari Sirkuit Mandalika yang dimaksud KPK tidak lain adalah tambang emas di Sekotong, Lombok Barat.

Kepada media Dian mengungkapkan jika aparat setempat (Panglima, Kapolda, Kodimm Polres, Gubernur, Bupati, Camat, Kepala Desa) tidak berani menindak tambang di Sekotong, Lombok Barat itu.

“Mereka tidak berani menagih karena itu mungkin ada backing-backing-nya, atau mereka memang menikmati, ya,” ungkapnya.

Penulis: Wawan Idris

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

Berita Terpopuler