Ketiga, Mendidik Anak dengan Kebaikan dan Kasih Sayang. Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok penuh kasih sayang pada orang-orang di sekitarnya, terutama pada anak-anaknya.
Dalam sebuah riwayat Abdullah bin Shaddad dikatakan bahwa, ketika Rasul sedang salat dan bersujud, seorang anak menaiki punggung Rasul, dan dibiarkan. Bahkan Rasul sangat lama bersujud menunggu sang anak turun dengan sendirinya.
Rasul mengajarkan pada kita, sifat dasar anak adalah bermain. Sudah wajar kalau mereka berbuat demikian, dan Rasul tidak berusaha menghentikan mereka, karena bermain dan bercanda penting untuk perkembangan anak. Baik perkembangan fisik, emosional, kognitif, dan sosial.
Cara mendidik anak secara Islami tidak harus selalu memaksa anak untuk belajar dan belajar, biarkan anak bermain dan bebas berekspresi seperti yang mereka inginkan.


