29.8 C
Indramayu
Rabu, Mei 6, 2026


Ketika Mendapatkan Bencana dan Musibah Maka Segeralah Kembali kepada Alloh Tabarokta’ala

ALHAMDULILLAHI ROBBIL ‘ALAMIN. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa‘ala alihi wa shohbihi wa sallam. Segala kejadian di bumi maupun di langit dan yang menimpa manusia serta semua ciptaan-Nya adalah semata-mata karena kehendak Alloh Tabarokta’ala.

Kejadian yang menyenangkan manusia seperti rizki yang banyak, kesehatan, kedudukan tinggi, anak, istri, atau pun yang menyusahkan seperti bencana, musibah, kemiskinan, sakit berkepanjangan itu merupakan dari ketentuan Alloh Tabarokta’ala.

- Advertisement -

Kejadian menyenangkan maupun menyusahkan yang menimpa manusia adalah bukti nyata dari adanya Kekuasaan Mutlak Alloh Tabarokta’ala akan hamba-hambanya.

Bencana dan musibah yang menimpa manusia adalah ketentuan dan kehendak Alloh Tabarokta’ala. Bencana itu bisa menjadi sebuah peringatan atau azab atas kekafiran, dosa, kemaksiatan, dan kezaliman ummat manusia.

Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Laih Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Alloh.” [Q.S. An Nisa: 78-79].

Dalam Surat Al Hadid ayat 22, Alloh Tabaroqta’alla berfirman, “Tidak ada sesuatu musibahpun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Alloh.

Dan barang siapa yang beriman kepada Alloh, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Alloh Maha Mengetahui segala sesuatu.”

Baca Juga :  Wajib Diketahui! Makna, Tujuan, dan Hukum Imsak pada Bulan Ramadhan

Mengkhidmati firman-firman Alloh Tabaroqta’alla tersebut maka sesungguhnya, ketika terjadi bencana dan musibah sikap manusia sudah seharusnya bermuhasabah, menilai diri sendiri, dan instrospeksi.

Mengapa harus bermuhasabah? Karena bencana dan musibah bisa jadi menimpa akibat perbuatan kita sendiri.

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Alloh merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” [Q.S. Ash Shura: 30].

Bahkan dalam Surat Al Ahzab ayat 17 Alloh Tabaroqta’alla lebih tegas mengatakan, “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Alloh memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).

Kaum Nabi Luth, Nabi Nuh, dan nabi-nabi lainnya mendapatkan bencana yang sangat dahsyat. Negeri kum Nabi Luth dijungkirbalikan, negeri Nabi Nuh dilanda banjir, negeri Nabi Syu’aib ditimpa gempa yang dahsyat.

Semua bencana tersebut ditimpakan Alloh Tabarokta’alla karena ummatnya melakukan kemaksiatan dan kezaliman.

Ya Rabb, sungguh hamba-Mu ini begitu hina, lemah, dan penuh dosa. Yaa Rabb ampunilah kami. Sungguh kami bertaubat kepada-Mu Yaa Rabb.

Baca Juga :  Tentang Keberkahan: Makna dan Bagaimana Meraihnya

Penulis: Wawan Idris

 

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

Berita Terpopuler