ALHAMDULILLAHI ROBBIL ‘ALAMIN. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa‘ala alihi wa shohbihi wa sallam. Berdoa saat safar atau bepergian ternyata merupakan salah satu dari tiga waktu doa diijabah (dikabulkan) oleh Alloh Azza wa Jalla.
“Tiga waktu diijabah doa yang tidak diragukan lagi yaitu:
(1) doa orang yang terzalimi,
(2) doa seorang musafir,
(3) doa orang tua pada anaknya.” [H.R. Ahmad, 12:479; Tirmidzi, no. 1905; Ibnu Majah, no. 3862. Syaikh Al-Albani menghasankan hadits ini].
Karenanya perbanyaklah doa pada waktui safar. Berikut adalah doa dan bacaan yang bisa diamalkan pada saat safar, termasuk yang safarnya mubah.
Pertama, Doa orang mukim kepada orang yang hendak bersafar
أَسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِينَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ
ASTAWDI’ULLOHA DIINAKA, WA AMAANATAKA, WA KHOWAATIIMA ‘AMALIK.
Artinya: Aku menitipkan agamamu, amanahmu, dan amal terakhirmu kepada Allah.
Kedua, Doa bekal takwa dari orang mukim kepada yang hendak bersafar
زَوَّدَكَ اللَّهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ
ZAWWADAKALLOHUT TAQWAA, WA GHOFARO DZANBAKA, WA YASSARO LAKAL KHOIRO HAITSUMAA KUNTA.
Artinya: Semoga Allah membekalimu ketakwaan, mengampuni dosamu, dan memudahkan kebaikan untukmu di mana pun kamu berada.
Ketiga, Doa musafir kepada orang mukim yang ditinggalkan
أَسْتَوْدِعُكَ اللَّهَ الَّذِى لاَ تَضِيعُ وَدَائِعُهُ
ASTAWDI’UKALLOHALLADZII LAA TADHII’U WA DAA-I’UHU.
Artinya: Aku menitipkan kalian kepada Allah yang tidak mungkin menyia-nyiakan titipan [yang dititipkan kepadanya.
Keempat, Doa ketika keluar rumah
سْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ
BISMILLAAHI TAWAKKALTU ‘ALALLOH, LAA HAWLA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAH.
Artinya: Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada-Nya; tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan-Nya.
Masih bagian dari safar terdapat juga doa ketika naik kendaraan dan ketika sudah berada didalam kendaraan. Kedua doa tersebut ada pada tulisan berikutnya.
Penulis: Wawan Idris


