MHNEWS.ID.- Menolak proyek revitalisasi tambak Pantura, Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (Kompi) berunjuk rasa di depan Pendopo Kantor Bupati Indramayu, Kamis (2/4/2026).
Harapan mereka mengadu kepada Bupati Indramayu Lucky Hakim, namun kecewa karena tidak ditemui karena orang nomor satu di Kota Mangga itu tak ada di kantor.
Perwakilan Kompi yang sempat audiensi dengan beberapa pejabat, akhirnya memilih keluar tidak melanjutkan pertemuan.
Pembina Kompi Indramayu H. Juhadi Muhammad mengaku kecewa dengan tidak ditemui Lucky Hakim.
“Karena hari ini tidak ada bupati, ya lebih baik kita tidak. Karena pengambil keputusan itu bupati. Dan yang MoU juga pak bupati. Jadi, percuma kalau hanya ketemu dengan kadis,” kata Juhadi.
“Jadi, hari ini lebih baik walkout daripada kita melanjutkan pertemuan,” tambah Juhadi.
Saat ditanya langkah Kompi selanjutnya, Juhadi mengatakan akan mengadu ke tingkat nasional.
“Karena ini proyek nasional, tentu kita juga mengadu ke DPR RI. Tentu juga tidak menutup kemungkinan kita akan ke Presiden Prabowo,” jelas Juhadi.
Dikatakan, proyek revitalisasi tambak merupakan perampasan hak garap masyarakat yang telah puluhan tahun menggarap. Menurutnya, proyek nasional itu tiada guna kalau tidak untuk mensejahterakan masyarakat.
“Ini akan menciptakan kemiskinan baru. Yang dulunya masyarakat itu menggarap, terus garapannya diambil, masyarakat mau kerja apa?” ujar Juhadi.
Penulis : Rohman
Editor   : Wawan Idris


