ALHAMDULILLAHI ROBBIL ‘ALAMIN. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam. Beribadah kepada selain Alloh Ta’ala adalah perbuatan syirik besar.
Perbuatan syirik besar dapat membuat seseorang keluar dari agama Islam. Selain perbuatan syirik besar ada pula perbuatan syirik kecil.
Agar terhindari dari perbuatan syirik berikut ini contoh-contohnya yang sering terjadi dalam kehidupan sekitar kita, atau bahkan secara tidak sadar kita melakukannya.
Pertama, Syirik Besar
Syirik besar adalah beribadah kepada selain Allah Ta’ala. Melakukan syirik besar bisa membuat seseorang keluar dari agama Islam. Contohnya perbuatannya:
a. Syirik dalam hal doa
Orang muslim yang melakukan syirik besar dalam doa biasanya juga berdoa kepada Allah Ta’ala. Namun di lain waktu, ia juga berdoa kepada makhluk lain atau sekutu lain yang diyakininya.
Misalnya berdoa di makam orang sholeh, dan yakin bahwa orang yang telah meninggal bisa memberikan berkah.
Ia tidak berhasil menata hatinya untuk senantiasa berharap kepada Allah, dan mencampuradukkan amal sholeh (misalnya berziarah) dengan dosa besar (syirik).
b. Syirik dalam hal niat
Orang yang melakukan syirik besar dalam hal niat adalah mereka yang beribadah untuk ditujukan kepada selain Allah Ta’ala. Contohnya, berpuasa yang ditujukan kepada makhluk lain.
c. Syirik dalam hal ketaatan
Hanya Allah Ta’ala yang berhak diibadahi dan ditaati. Tetapi, orang yang melakukan syirik besar dalam hal ketaatan menjadikan makhluk lain sebagai sekutu yang harus ditaati.
Misalnya bersedia melakukan apa yang diperintah oleh orang alim, tanpa mendasarkannya kepada Allah Ta’ala.
d. Syirik dalam hal perasaan cinta
Rasa cinta atau mahabbah seharusnya senantiasa ditujukan kepada Allah Ta’ala. Adapun mencintai makhluk Allah Ta’ala hendaknya dilakukan juga karena Allah Ta’ala.
Terlalu mencintai makhluk lain, tanpa menghadirkan Allah Ta’ala di dalamnya, termasuk dosa syirik besar.
“Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah.
Dan seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari Kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksa-Nya (niscaya mereka menyesal).” [Q.S.Al Baqarah: 165].
Kedua, Syirik Kecil
Perbuatan syirik kecil sebenarnya tidak membuat pelakunya keluar dari Islam. Namun jika pelakunya tidak berhati-hati di kemudian hari, ia akan terbiasa dan terlarut hingga melakukan syirik besar.
a. Syirik kecil yang nyata
Syirik kecil tampak dari perbuatan dan ucapan seseorang. Misalnya ketika seseorang bersumpah atas nama selain Allah Ta’ala. Seperti bersumpah demi Ka’bah, demi bulan, dan sebagainya.
Syirik dalam hal perbuatan misalnya memakai benda tertentu untuk menangkal gangguan. Contohnya memakai gelang, jimat, kalung yang diyakini bisa menolak gangguan jin.
Perbuatan ini bahkan bisa mengarah kepada syirik besar, jika orang yang memakainya yakin bahwa benda tersebut yang memiliki kekuatan untuk menangkal.
b. Syirik kecil yang tersembunyi
Misalnya orang yang melakukan amal sholeh tertentu agar dipuji orang. Seperti sholat sunnah agar dipuji orang, dan memperindah bacaan Quran agar diakui orang. Perbuatan riya dan sum’ah tersebut termasuk dalam syirik kecil.
“Katakanlah: ‘Sesungguhnya aku ini hanyalah manusia sepertimu, yang diwahyukan kepadaku: ‘Bahwa sesungguhnya Ilah kamu itu adalah Allah Yang Esa’.
Barangsiapa mengharapkan perjumpaan dengan Rabb-nya, maka hendaklah ia mengerjakan amal shalih dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Rabb-nya.” [Q.S.Al Kahfi: 110].
Rasulullah juga bersabda, “Sesungguhnya yang paling aku takutkan atas kalian adalah syirik kecil.” Para Sahabat lalu bertanya, “Apakah syirik kecil itu, wahai Rasulullah?” Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menjawab, “Yaitu riya’.” [H.R. Ahmad].
Penulis: Wawan Idris


