MHNEWS.ID.- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menegaskan, 207 warga Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur yang membangun rumah di bantaran sungai harus direlokasi.
Dijelaskan Gubernur Dedi relokasi harus dilakukan karena bantaran sungai Cilalanang itu akan dibangun tanggul untuk menahan banjir rob yang kerap menerjang warga.
Sebagai bentuk perhatian Gubernur Dedi telah menyiapkan bantuan Rp 10 juta per orang untuk relokasi sementara, sembari menunggu pembangunan kampung nelayan rampung.
Pembangunan kampung nelayan Eretan itu dijadwalkan akan dimulai pada Maret 2026.
“Kemudian sisanya yang seribu orang kita bikin apartemen nelayan,” ujar Dedi dalam pertemuan bersama warga saat membahas rencana relokasi di Kantor Kecamatan Kandanghaur, Kamis (18/12/2025).
Ia menegaskan, setelah dibangun dan ditempati kampung nelayan atau apartemen nelayan harus bersih dan tidak boleh kumuh. Apartemen nelayan Eretan Indramayu harus menjadi percontohan.
Dalam kesempatan itu Gubernur Dedi juga mengajak agar warga nelayan melakukan perubahan pola hidup, khususnya dalam mengelola keuangan.
Diungkapkan Dedi, nelayan seringkali boros saat hasil tangkapan melimpah, tetapi terjerat utang ketika tidak bisa melaut.
“Nanti nelayannya saat rumahnya sudah disiapin, apartemennya disiapin, hidupnya jangan boros lagi. Karena nelayan itu kalau lagi untung banget, kalau lagi buntung, buntung banget,” kata Dedi.
Penulis: Wawan Idris


