MHNEWS.ID.- Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu, Sugeng Heriyanto, mengatakan percepatan Musim Tanam (MT) I di wilayah irigasi BBWS Citarum telah dimulai sejak 1 Oktober.
Sedangkan wilayah irigasi BBWS Cimancis mulai tanam pada 1 Desember. Tahun ini Indramayu menambah luas tanam sebesar 21 ribu hektare.
“Lahan-lahan tadah hujan kini sudah teraliri irigasi teknis. Hingga akhir November, panen kita sudah mencapai 1,63 juta ton. Kami optimistis target 1,7 juta ton bisa tercapai,” ujarnya, Selasa di Balai Pembenihan Tanaman Pangan, Kecamatan Cikedung, Selasa (2/11/25).
Sugeng menjelaskan, sejumlah kecamatan seperti Gantar, Kroya, dan Terisi telah memulai tanam dengan total luasan 2.624 hektare.
Untuk mendukung musim tanam kali ini, kebutuhan pupuk bersubsidi juga telah diusulkan sebanyak 70 ribu ton urea dan 69 ribu ton NPK.
Sementara Bupati Lucky Hakim menegaskan untuk mencapai target produksi padi 1,7 ton selain harus didukung ketersediaan pupuk juga diperlukan kerja keras, ketekunan, dan keuletan petani.
“Menanam padi bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian dari program besar yang dipantau langsung pemerintah. Harga beras cukup baik, dan ketersediaan pupuk terus kita upayakan,” jelas Lucky.
Lucky menambahkan, petani sebagai ujung tombak diharapkan mampu memanfaatkan program percepatan tanam untuk meningkatkan produktivitas.
Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen memastikan ketersediaan sarana produksi, pendampingan, hingga jaminan pasar bagi hasil panen.
“Dalam upaya mewujudkan Bumi Wiralodra yang sejahtera dan Indramayu REANG, pemerintah dan masyarakat harus saling bahu-membahu,” ujarnya.
“Kabupaten Indramayu mendukung penuh agenda nasional sekaligus memastikan kesejahteraan petani sebagai fondasi pembangunan daerah,” sambung Lucky.
Penulis : Daniswara
Editor : Wawan Idris


