31.2 C
Indramayu
Jumat, April 17, 2026


Galaunya Bupati Lucky karena Kaum Milenial Enggan jadi Petani

MHNEWS.ID.- Bupati Lucky Hakim mengungkapkan kekhawatirannya akan masa depan pertanian di Indramayu karena kaum milenial di daerahnya enggan jadi petani.

Kegalauan Bupati Lucky ini diungkapkan pada detikcom Regional Summit 2025 yang digelar Senin (19/5/2025), di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) atau Bandara Kertajati, Majalengka.

- Advertisement -

Pada kesempatan itu awalnya Bupati Lucky memaparkan banyanya potensi yang bisa dimaksimalkan di daerahnya dalam mendukung pengembangan Megapolitan Rebana. Salah satunya tentang industri pertanian.

Dalam diskusi detikcom Regional Sumit itu Lucky memaparkan, daerahnya dikenal sebagai lumbung padi nasional. Produksi gabah keringnya bisa mencapai 1,3 juta ton per tahun.

“Sedikit saya mengulas tentang pertanian di Indramayu terkait dengan industri. Indramayu itu produksi gabah keringnya 1,3 juta ton per tahun. Dan itu lumayan membanggakan sebagai lumbung di Indonesia,” papar Lucky.

Namun, Lucky melanjutkan, tingginya produksi pertanian khususnya padi tidak selaras dengan regenerasi. Pasalnya, kata dia, generasi muda untuk menjadi petani masih sangat rendah.

Bahkan, Lucky menyebut sekitar 63 persen pemuda tidak minat di sektor pertanian. “Tapi ada kekhawatiran karena ternyata minat hasil dari survei BPS, minat penduduk di Indramayu untuk menjadi petani itu sudah sangat rendah, 63 persen sudah tidak minat lagi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Mengapa Peserta PKN Tertarik Sektor Pertanian Indramayu? Ini Penjelasan Wakil Bupati Syaefudin

Menurut Lucky, minimnya minat pemuda Indramayu di sektor pertanian didasari dua hal. Dari timbulnya rasa takut akan gagal panen hingga pemuda tidak mendapat upah bulanan.

“Oleh karena itu kalau kita lihat kenyataannya di lapangan, petani itu sudah tidak muda, tua semua,” katanya.

Dalam pantauannya, pemuda di Indramayu menurut Lucky banyak yang lebih memilih kerja di luar negeri atau kawasan industri. “Pilihannya keluar negeri ataupun di industri,” ucapnya.

Dia berharap ada upaya yang dilakukan berbagai pihak untuk bisa mendukung pengembangan potensi yang ada di wilayahnya, terutama terkait sektor pertanian.

Penulis: Wawan Idris

 

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

Berita Terpopuler