32.2 C
Indramayu
Jumat, April 17, 2026


Provinsi Kelola Anggaran 2025 Rp 31 Triliun, Dedi Mulyadi: Sebagian untuk Bayar Utang

MHNEWS.ID.- Anggaran Provinsi Jawa Barat tahun 2025 sebagian untuk membayar utang, diantaranya pengembalian dana Pemulihan Ekonomi Nasional sebanyak Rp 600 miliar.

Dana Pemulihan Ekonomi Nasioanl (PEN) ini sejatinya adalah diantaranya untuk memberdayakan perekonomian masyarakat pasca bencana wabah Covid-19 melalui insentif bagi UMKM.

- Advertisement -

Namun kenyataannya dana PEN sebanyak Rp 600 miliar oleh Gubernur Jawa Barat saat itu Ridwan Kamil digunakan untuk membangun Masjid Raya Al-Jabbar, Bandung.

Diketahui, biaya keselurhan pembangunan Masjid Raya Al-Jabbar ini mencapai Rp 1 triliun. Biaya sebesar ini seluruhnya bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat.

Anggaran Rp 1 triliun itu sebanyak Rp 511 miliar digunakan untuk struktur utama masjid, Rp 188 miliar untuk lanskap, dan Rp 300 miliar untuk fasilitas pendukung seperti lahan parkir.

Selain untuk membayar utang PEN, anggaran provinsi Jawa Barat 2025 juga digunakan untuk membayar BPJS sebanyak Rp 334 miliar.

Tak kalah besarnya dari utang PEN dan BPJS, Provinsi Jawa Barat juga terpaksa menganggarkan dana untuk membayar utang ijazah siswa. Nilai tunggakan ini jumlahnya mencapai Rp 1,2 triliun.

Baca Juga :  Waspadai! Inilah Tujuh Penyakit Berbahaya dan Mematikan Kompilasi HIV AIDS

Daftar utang provinsi Jawa Barat

– Utang PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional), Rp 600 miliar

– Tunggakan BPJS, Rp 334 miliar

– Biaya operasional Bandara Kertajati, Rp 60 miliar

– Operasional Masjid Al-Jabbar, sekitar Rp 40 miliar

– Tunggakan ijazah siswa: Rp 1,2 triliun, yang dibayarkan melalui dana Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU)

“Total hampir Rp 600 miliar sudah kita gunakan untuk kompensasi pengembalian ijazah siswa. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami kepada generasi muda yang sempat tertahan haknya,” ujar Dedi.

Dengan beban keuangan tersebut, Dedi menegaskan bahwa pemerintah provinsi menerapkan efisiensi ketat tanpa mengurangi komitmen untuk melayani masyarakat.

“Kita tetap ingin jalan-jalan di Jawa Barat bagus, penanganan bencana tepat sasaran, ada normalisasi sungai, reboisasi gunung, pendidikan anak-anak terus berjalan, termasuk beasiswa untuk para santri, dan stimulus bagi pelayan keagamaan,” ujarnya.

Gubernur Dedi juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung dan mendoakan agar pemerintah dapat bekerja secara maksimal meski dalam keterbatasan anggaran.

Baca Juga :  644 Kursi Kepsek Kosong, Kinerja Kurang Efektif Penempatan Kepala Sekolah Dievaluasi

“Mudah-mudahan dengan uang yang terbatas ini, kami masih bisa bekerja secara maksimal untuk kepentingan masyarakat. Mohon doanya ya,” ujarnya.

“Terima kasih atas dukungan semuanya,” pungkas Dedi sambil menyampaikan salam hormat kepada seluruh warga Jawa Barat.

Penulis: Wawan Idris

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!

Berita Terpopuler